intens.news
Mitra Informasi

Dililit Hutang, Perampok BRI Pagar Alam Dikenai Pasal Pencucian Uang

0 74

Intens.news, PAGARALAM – Hendro Kurniawan (35) Warga Gunung Agung Lama RT 14 RW 04 Kelurahan Agung Lawangan Kecamatan Dempo Utara yang tertangkap akibat aksi nekatnya melakuan perampokan di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pagar Alam pada hari Jumat (16/7/2021) lalu, tidak hanya dikenai pasal 365 pencurian dengan pemberatan namun juga di subsider dengan Undang-undang pencucian uang.

Hal ini disampaikan Kapolres Kota Pagar Alam AKBP Dolly Gumara SIk saat Prees Conprence di Mapolres Kota Pagar Alam, Senin (19/7/2021).

Menurut Kapolres, bahwa ada yang menarik dalam pengungkapan kasus perampokan BRI ini, dimana setelah mendapatkan laporan dan olah TKP, pihaknya langsung bergerak cepat dengan pengambilan sidik jari dan memintai keterangan beberapa karyawan sebagai saksi.

“Bahkan saat mendapati laporan juga, pihaknya sudah menempatkan anggota polres untuk melakukan penyekatan dibeberapa titik yang dianggap tempat TSK melarikan diri,” terang Kapolres.

Kapolres menerangkan, dalam kurun waktu 2X24 jam pihaknya juga melakukan pendalaman dan analisa terhadap bentuk tubuh berdasarkan rekaman CCTV bank yang merujuk kepada TSK yang diketahui merupakan mantan pekerja sebagai satpam pada bank tersebut.

Setelah yakin dengan itu, Kapolres mengatakan, pendekatan persuasif dilakukan kepada keluarga TSK, dengan dua alternatif agar TSK menyerahkan diri atau akan ditangkap dengan cara polisi dengan resiko-resiko lain yang kemungkinan terjadi.

“Dan kemarin, Minggu (18/7/2021) bersama keluarga TSK ditemukan di pasar panorama Provinsi Bengkulu,” ucap Kapolres.

Awalnya, terang Kapolres, dua tim yang dibentuk dalam pengungkapan kasus ini berbagi tugas, satu tim langsung melakukan penggerebekan di kediaman TSK yang ada di Perumnas Talang Sawah, dan ditemukan beberapa barang bukti yang menguatkan bahwa TSK adalah pelakunya.

Dan setelah ditangkap, kata Kapolres, TSK sendiri mengakui perbuatanya dan Ia lakukan seorang diri lantaran tekanan ekonomi dan di lilit hutang baik hutang ke orang lain maupun di bank dan kecanduan judi online.

“Itu dibuktikan dengan bukti transfer sejumlah uang yang digunakan untuk bermain judi online,” ungkapnya.

Dikatakanya, bahwa TSK mengaku uang hasil rampokan tersebut berjumlah Rp.48.500.000, 38 Juta sudah di transfer untuk judi Online, 500 ribu dipakai untuk keperluan ia melarikan diri, dan 10 juta ia simpan di rekening pribadi melalui Brilink.

“TSK dikenai pasal 365 yang jika di subsider juga terancam undang-undang pencucian uang dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara,” tukas Kapolres.

Sementara TSK Hendro Kurniawan, Ia mengaku, bahwa aksinya tersebut dilakukan lantaran sudah terbentur dengan tagihan hutang dirinya.

“Karena terbentur tulah aku nekat, walaupun aku tahu kalau ini bakal beresiko,” tuturnya.

Ia menceritkan, bahwa pengabdian dirinya pada BRI tersebut sudah selama 10 tahun, dan memilih mengundurkan diri selama 4 bulan terakhir, dan memilih untuk bertani.

“Tapi kebutuhan yang mendesak dan terus ditagih hutang aku nekat untuk merampok,” ucapnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More