intens.news
Mitra Informasi

Dinas Pendidikan Akan Berantas Sistem Ijon Jual Beli Buku di Sekolah

0 321

Intens.news, PALEMBANG – Pembelian buku melalui Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLAH) menimbulkan pro dan kontra. Hal ini dikarenakan banyaknya kepala sekolah merasa kehilangan lahan untuk mencari keuntungan.

“Kalau pembelian buku melalui SIPLAH semua penerbit telah memakai. Pembelian buku K-13 (Kurikulum 2013) juga boleh dibeli, dengan catatan apabila buku tersebut tidak memenuhi kebutuhan sekolah, baru boleh membeli yang baru sebagai tambahan atau buku pendamping,” terang salah satu staf penerbit yang namanya tak mau disebutkan, Sabtu (27/6/2020).

Dia bilang, buku K-13 berbentuk teks yang diperbanyak penerbit, harganya sudah ditentukan negara. Akibatnya kepala sekolah tidak bisa bermain dengan nota. “Kalau buku yang sudah masuk di SIPLAH tidak ada lagi pembayaran tunai, tetapi non tunai. Dengan adanya SIPLAH ini Kepala Sekolah tidak bisa bermain nota,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Palembang, Ahmad Zulinto, menegaskan bakal memberantas praktek jual beli buku dengan sistem ijon di sekolah. Menurut Zulinto, Sistem ijon penjualan buku di sekolah-sekolah sudah ketahuan belangnya semenjak diberlakukan pembayaran buku melalui aplikasi SIPLAH.

Dirinya melarang sekolah membeli buku kepada penerbit seperti buku Ujian Nasional (UN). Sebab pembelian buku tersebut tidak dapat dibeli melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS).  “Ini bisa menimbulkan kerugian negara,” tegasnya.

Dikatakan Zulinto, pembelian buku UN ini mungkin sudah ada kesepakatan antara kepala sekolah dengan penerbit yang ingin mendapatkan keuntungan. Tetapi mereka tidak sadar hasil kerjasama ini merupakan tindakan kejahatan korupsi.

“Sejauh ini penerbit buku belum ada aturan menjual buku datang ke sekolah melainkan penerbit itu memasukkan bukunya ke toko-toko buku, bukan ke sekolah,” jelas Zulinto.

Dari adanya aturan aplikasi SIPLAH sebagian penerbit memang ada yang merasa berkeberatan. Menurut Zulinto, kalau memang penerbit buku itu ingin menjual bukunya dengan harga murah silakan masuk di sistem SIPLAH karena itulah yang diarahkan dan disahkan dari pemerintah.

Tambah Zulinto, SIPLAH dirancang oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk digunakan dalam pengadaan barang dan jasa (BPj) sekolah melalui Siplah market place. Dengan adanya SIPLAH diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan efektifitas serta pengawasan PBj sekolah yang dananya bersumber dari Dana BOS Kementerian dan Kebudayaan.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More