intens.news
Mitra Informasi

Dinas Pendidikan Berencana Fasilitasi Smartphone bagi Siswa tidak Mampu

0 26

Intens.news, PALEMBANG – Untuk melihat pembelajaran di era COVID-19, Dinas Pendidikan Palembang akan melakukan monitoring pembelajaran dengan mengunakan dua metode, yakni pembelajaran dengan sistem dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).

Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Palembang, Surmana mengatakan, sejauh ini untuk pendampingan secara langsung bagi guru belum ada, tetapi nanti di bulan Agustus pihaknya akan memonitoring mengenai keluhan-keluhan dari para guru mengenai pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Nanti ada kita monitoring apa keluhan guru tersebut, tapi untuk pendampingan secara langsung untuk guru di masa COVID-19 ini memang tidak boleh hanya monitoring saja yang bisa kita laksanakan,” ujar Surmana.

Surmana mengatakan, pihaknya sudah mengumpulkan kepala sekolah, baik negeri dan swasta, bahwa ada dua kurikulum yang bisa dilaksanakan, yakni kurikulum normal sebelum COVID-19 dan kurikulum era COVID-19.

“Kurikulum era COVID-19 ini jadwal belajarnya dari pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 11.00 WIB dan tidak untuk mensyaratkan ketuntasan kurikulum,” jelas Surmana.

Sedangkan untuk pembelajarannya bisa dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring), sebab tidak semua siswa memiliki smartphone. “Semua sudah ada kebijakan dan juga sudah kami keluarkan surat edarannya, tinggal bagaimana kepiawaian kepala sekolah dan guru memberikan proses pembelajaran di era COVID-19 ini,” terangnya.

Untuk membantu siswa yang terhambat jaringan, pihak Disdik mempunyai ekseplain lain agar anak anak didik dapat menjangkau pembelajaran jaring. Disdik memakai internet dengan menggunakan satelit agar supaya pembelajaran jaring dapat terjangkau oleh anak anak dari tingkat paut sampai SMP.

“Kita sudah memasang beberapa titik satelit dengan jangkauannya sekitar 10-15 kilometer agar supaya pembelajaran terlayani dengan baik. Ini yang terbaik, orang bisa mengakses dimana saja, rencana Disdik nanti paket paswood yang akan digunakan yakni NISN siswa itulah,” ucap Surmana.

“Dalam sistem pembelajaran, kami berencana akan memfasilitasi alat seperti handphone, atau tablet bagi siswa yang tidak mampu, satu anak satu tablet. Yang penting internetnya harus berjalan dulu, nanti ada center project sekolah mana yang akan diberikan,” ujar Surmana.

Dia menegaskan bahwa kebijakan ini sebagai bentuk komitmen untuk memaksimalkan fungsi pengawasan dalam bidang pendidikan. Sehingga dapat dipastikan hak siswa terpenuhi untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran dari guru-guru.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More