intens.news
Mitra Informasi

Dinas Pertanian Lahat Jawab Keluhan Petani Gagal Panen

0 22

Inten.news, LAHAT – Menindaklanjuti laporan petani ataran sawah Desa Masam Bulau, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lahat, Eti Listina, SP, MM menugaskan tim untuk turun kelapangan yang terdiri dari Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan, Kasi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Pangan, dan Koordinator POPT. Petani mengeluhkan gagal panen, pasca panen padi diserang penyakit blast dan kresek.

Kepada petani padi desa setempat, Tim Dinas Pertanian memberikan penyuluhan tentang apa itu penyakit blast dan kresek pada tanaman padi, apa penyebabnya, bagaimana cara mengantisipasi dan penanggulangannya baik secara alami maupun kimia menggunakan racun

Koordinator POPT kabupaten Lahat, Juni Widarjanto SP menerangkan, hendaknya jika ada serangan hama penyakit dapat diantisipasi pencegahannya sedini mungkin jangan sampai sudah kejadian baru melapor. Karena sangat sukar dan sudah terlambat pengendaliannya.

“Jika ada masalah dapat melapor dengan petugas kami penyuluh pertanian, sehingga dapat diantisipasi secepatnya,” terangnya, Kamis (06/05/2021).

Jangan salah pilih benih, petani hendaknya memilih dan menanam benih yang unggul bersertifikat dengan cara membeli di kios terpercaya dan atau bisa juga mengajukan bantuan benih unggul berlabel ke Dinas Pertanian melalui Kelompok Tani (Poktan) dan petugas pertanian yang ada di lapangan.

Sekretaris Camat Tanjung Sakti Pumi, Yefri Kurniawan mengatakan, kedatangan tim dari Dinas Pertanian untuk menindaklanjuti keluhan dan permasalahan turunnya hasil panen padi petani tentang penyakit tanaman padi di Desa Masam Bulau dan sekitarnya.

“Semoga kedatangan tim dari dinas dapat memotivasi dan menambah pengetahuan petani dalam penanggulangan penyakit blast dan kresek yang dapat menurunkan hasil panen pada tanaman padi,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, petani padi di Desa Masam Bulau Kecamatan Tanjung Sakti Pumi Kabupaten Lahat mengeluh, lantaran padi yang ditanam Ampe alias tidak berisi, Senin (03/05).

Seorang petani M Arief Nugraha mengatakan, sekitar 30 persen di setiap lahan petani desanya mengalami hal yang sama, pihaknya memprediksi hasil panen akan menurun.

“Biasanya satu hektar bisa mendapat 5-7 ton, namun melihat kondisi sekarang, bisa turun hingga 30 persen, atau kisaran 2,5-3 ton saja. Penurunan ini diakibatkan buah padi ampe, biasanya padi kelihatan berisi, buahnya semakin merunduk, ini malah melayang ditiup angin,” kata dia.

editor : Fadhil

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More