intens.news
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita

Disdik Apresiasi Wacana Gaji Guru Honor Bakal Diambil Dari DAU

0 36

Intens.news, PALEMBANG – Mulai tahun depan Pemerintah pusat melalui Kemendikbud  mewacanakan Pembayaran gaji guru honorer diupayakan tidak lagi menggunakan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Gaji guru honorer akan dibayarkan menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU), sama dengan sumber gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS). Selain itu, gaji guru honorer diharapkan setara dengan Upah Minimum Regional (UMR). Itu berarti gaji guru honorer bakal naik berlipat ganda.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) kota Palembang, Ahmad Zulinto, menyambut baik adanya wacana dari Kemendikbud tersebut.

“Namun untuk berapa nominal gaji itu, kita belum tahu pasti berapa angkanya dan itu wacana dari Mendikbud, dan masih disiapkan aturannya. Dan yang jelas kita menyambut baik kabar ini, dan semoga saja tahun depan itu guru honorer akan menerima gaji yang layak karena bersumber dananya dari DAU,” kata Zulinto, saat dibincangi Intens.news, Selasa (08/10/2019).

Menurutnya, kalau sudah ada rujukannya secara jelas dan ada aturannya bahwa gaji guru honorer tidak boleh diambil dari dana BOS melainkan diambil dari dana DAU.

“Berarti pemerintah pusat harus memasukan ke dana alokasi daerah untuk menghendel guru-guru honorer, dan tentunya pemerintah pusat harus tau berapa standarlisasi upah minimum untuk guru honorer yang akan dibayar,” imbuhnya.

Memang kata Zulinto, jika  selama ini gaji sejumlah guru honorer masih banyak yang diambilkan dari dana BOS. Akibatnya, gaji yang dibayarkan sangat kecil dan tidak layak karena penggunaan dana BOS untuk gaji honorer dibatasi maksimal 20 persen dari besaran dana BOS.

“Ini tidak manusiawi, sebab guru honor ini besar jasanya dalam mencerdaskan anak bangsa, sementara gaji yang mereka terima tidak sesuai dari apa yang telah mereka abdikan,” ujarnya.

Diakuinya, saat sekarang ini banyak para guru yang pensiun akan tetapi penambahan guru tidak cepat melainkan lambat. “Apa jadinya dunia pendidikan jika kekurangan guru belum tertutupi akibat banyak guru yang pensiun. Untuk sejauh ini guru honor yang ada di kota Palembang mencapai 3.000. Dari jumlah tersebut perlu di data guru yang masuk  berapa dan yang keluar berapa jadi imbang,” ucapnya,

“Untuk menutupi keadaan tersebut  kita bersyukur dengan adanya guru honorer yang telah bisa menutupi kekurangan guru disekolah walaupun mereka digaji besarannya 300 sampai 400 ribu,” tambahnya.

Lembih lanjut Zulinto mengungkapkan,  pihaknya sangat mengapresiasi keinginan oleh Pemerintah Pusat. “Intinya kami sangat mendukung keinginan Pemerintah Pusat ini, dan memang sekarang ini gaji guru honorer masih sangat rendah, dan dibayar sesuai kemampuan sekolah itu sendiri,” terangnya.

“Untuk kesejahteraan guru honor ini, pemerintah tentunya terus berupaya memperbaiki kesejahteraan guru honorer. Salah satunya dengan menetapkan aturan untuk sumber gaji guru honorer,” tutupnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More