intens.news
Mitra Informasi

Disdikbud Ultimatum Guru, Jangan Lakukan Kekerasan Fisik Terhadap Siswa

0 65

Intens.news, EMPAT LAWANG  – Berbagai cara dilakukan pemerintah dalam menerapkan pola pendidikan di Kabupaten Empat Lawang, hal ini dilakukan tak lain untuk meningkatkan pengetahuan pada anak.

Dalam mengajar, tentu ada berbagai macam karakter siswa. Ada yang baik ada juga yang bandel. Terlepas dari seperti apapun karakter seorang anak, guru maupun kepala sekolah tidak diperbolehkan melakukan kekerasan fisik karena tugas tenaga pendidik ialah mengajar bukan menghajar.

Dalam proses belajar mengajar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Empat Lawang, Rita Purwaningsih, menekankan baik kepala sekolah maupun guru untuk tidak melakukan perbuatan yang berlebihan pada murid, terutama menampar siswa. Bila ini terjadi, pemerintah akan melakukan tindakan tegas.

“Kalau mengajar anak jangan kasar, apalagi sampai menampar. Ketahuan menampar siswa, baik kepala sekolah akan dinonjob, begitu pula guru akan dipecat,” kata Rita.

Diakatakannya, pola pendidikan zaman sekarang ini tidak diperbolehkan melakukan kekerasan, karena hal ini tidak akan membuat pelajaran mudah ditangkap siswa. Sekolah bukanlah tempat pelatihan militer tapi sekolah tempat belajar, tempat murid-murid menerima pendidikan yang baik

“Saya tidak ingin mendengar guru melakukan kekerasan apalagi saat ini di masa pandemi virus Corona, kalau anak tidak membuat tugas tepat waktu maka pakailah cara-cara kreatif agar anak tidak bosan dengan tugas ,” jelasnya

Disampaikannya, sekarang ini ada undang-undang perlindungan anak-anak, undang-undang untuk melindungi anak-anak salah satunya terhadap tindakan kekerasan. Jika ada pendidik melakukan kekerasan terhadap anak didiknya artinya pendidik tersebut bisa dikenai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) ataupun undang-undang perlindungan terhadap anak.

“Sekali lagi, jika di Empat Lawang ada guru ataupun kepala sekolah yang melakukan kekerasan fisik terhadap siswa akan diberi sanksi ancaman pemecatan,” tegasnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi terhadap semua kepala sekolah dan guru yang ada di Empat Lawang, bahwa guru dan kepala sekolah dilarang untuk melakukan kekerasan fisik terhadap murid-muridnya.

“Kita telah memberitahukan kepada guru dan kepala sekolah dilarang memukul menampar ataupun melakukan kekerasan terhadap anak murid, karena guru dan kepala sekolah tersebut akan dikenakan HAM dan undang-undang perlindungan anak,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakannya, guru dan kepala sekolah menghukum anak didiknya bukan dengan memakai kekerasan, pakailah cara yang bisa untuk mendidiknya, karena murid-murid tersebut berhak mendapatkan pendidikan sebagai bekal dirinya pada kemudian hari.

“Kalau mau negur anak didik ya caranya tidak dengan kekerasan,” tegasnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More