intens.news
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita

Disiplin-Tidak Disiplin

0 57

Kata disiplin, hampir setiap hari kita dengarkan. Namun, kata ini kadang di terjemahkan dalam berbagai situasi, kondisi, dan ungkapan sesuai maknanya. Kata disiplin menurut kamus besar bahasa Indonesia yakni tata tertib (di sekolah, kemiliteran, dan sebagainya);ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan. Secara umum, disiplin lebih condong pada segi kepatuhan dan ketaat-an pada aturan yang sudah di buat dan disepakati bersama. Sebaliknya, tidak disiplin adalah kecenderungan untuk menolak dan membantah atas aturan yang sudah di sepakati.

Akhir-akhir ini banyak kita temui kata disiplin dari berbagai pemberitaan yang viral. Banjir Jakarta,  dikaitkan karena kurang disiplinnya warga menjaga lingkungannya. Maraknya kasus korupsi yang membuat para pejabat masuk penjara, lantaran tidak disiplin administrasi baik keuangan, atau tidak disiplin mengikuti aturan kebijakan, dan hal lainnya.

Memahami pentingnya disiplin, artinya mampu mematuhi dan menjalankan aturan tersebut sehingga pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).  Jika seorang pegawai ASN atau pegawai swasta, jabatan apapun yang sedang diamanahkan pada seseorang tersebut, harus terwujud dalam koridor dan aturan main yang telah di tentukan oleh lembaga atau perusahaan tersebut.

Bagaimana jika ASN tidak mau mematuhi koridor SOP? contohnya adanya keluhan dari Sekda Kota Palembang  Ratu Dewa, yang meminta pegawai Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) untuk harus tetap mengisi daftar hadir setiap hari.

Meski sebagian orang menanggapinya sebagai hal “biasa” karena mereka adalah ASN atau pegawai negeri sipil. Namun ketika dibenturkan dengan persoalan kinerja, maka jelas bahwa telah terjadi indisipliner atau penolakan disiplin dari para ASN di lingkungan pemkot Palembang.

Pemerintah sebagai pelayan masyarakat, bukan hanya di pertanggungjawabkan oleh Wali Kota-Wakil Wali Kota Palembang sebagai pejabat politik. Namun juga Sekretaris daerah (Sekda) adalah pejabat tertinggi ASN yang bertanggungjawab penuh secara struktural di lingkungan pemkot. Dan secara totalitas kerja, pencapaian dan keberhasilan dinilai proses dan hasil yang di dapatkan sesuai dengan program kerja yang telah di rencanakan, menuju Palembang emas Darussalam.

Tidak bermaksud menyalahkan secara personal atas penilaian kinerja, namun para pakar managemen menilai telah terjadi ketimpangan kepemimpinan dalam tubuh pemkot Palembang. Artinya, lemahnya pengawasan atas kinerja ASN telah menurunkan kinerja para pegawainya hingga sebagian ASN-pun menolak mengisi absensi kehadiran mereka. Tidak pula bermaksud untuk menghakimi, namun dalam penilaiannya bahwa telah terjadi ketimpangan disiplin di lembaga-lembaga lainnya, yang berujung pada buruknya kinerja pemerintahan.

Berkaca dari peristiwa tersebut, masing-masing kita sebagai warga Palembang mulai mawas diri dan menumbuhkan kesadaran diri atas pentingnya disiplin. Kita sebagai ASN/PNS, sebagai pegawai swasta, guru atau pendidik, pedagang, dan berbagai profesi lainnya untuk menjunjung disiplin di setiap lini pekerjaan dan kehidupan.

Bukankah sholat subuh tidak bisa di kerjakan di waktu zuhur? Atau orang-orang akan kebingungan saat kita bilang pada teman, kita sedang sarapan padahal waktu itu sudah siang menjelang sore?. Wallahu A’lam. (****)

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More