intens.news
Mitra Informasi

Diskualifikasi Petahana OI, Golkar Ingatkan Penyelenggara tidak Bermain Politik!

0 63

Intens.news, PALEMBANG – Diskualifikasi pasangan calon (Paslon) Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak oleh KPU, sampai saat ini masih menuai polemik.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum sekaligus Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung mengingatkan agar penyelenggara pemilu untuk tidak coba-coba bermain politik.

“Kita ingatkan bagi teman-teman penyelenggara Pemilu jangan coba bermain politik, karena kita terus monitor para penyelenggara Pemilu, yakni Bawaslu dan KPU, kalau ketahuan tanggung akibatnya,” katanya, usai kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pemenangan Pemilu dan ToT Badan Saksi Nasional (BSN) Partai Golkar Sumsel, Jumat (23/10/2020).

Doli mengungkapkan, pihaknya bersama parpol koalisi akan berjuang keras untuk mengembalikan hak Ilyas-Endang sebagai kontestan Pilkada OI melalui jalur hukum.

Ia pun mengakui, pada kontestasi Pilkada serentak tahun ini secara keseluruhan di Indonesia terdapat enam paslon peserta Pilkada yang direkomendasikan Bawaslu untuk di diskualifikasi. Lima paslon diantaranya yang diusung Partai Golkar, empat paslon sudah diputus oleh pengadilan.

“Di beberapa daerah sudah tidak ada lagi masalah, termasuk untuk yang di Ogan Ilir, karena ini sebetulnya tidak ada masalah. Tapi ya yang namanya politik,” ungkap mantan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.

Tapi, lantaran masalah paslon di OI ini sudah masuk di Pengadilan, maka pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengembalikan paslon yang diusung Golkar tersebut menjadi peserta Pilkada 2020.

“Kita punya argumentasi hukum yang kuat kalau kita tidak salah, oleh karena itu kalau ada yang ketahuan main-main, maka hati-hatilah. Kalau terbukti salah (Bawaslu dan KPU OI) nanti ada DKPP dan mekanisme hukum yang lain,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Sumsel, Kelly Mariana mengatakan, saat ini jawaban dari KPU OI sudah diterima oleh mahkamah agung (MA). “Jawaban kita sudah di MA, jadi tinggal menunggu hasil sidang mereka,” katanya saat dikonfirmasi.

Ditambahkan Kelly, bahwa jawaban itu berisikan tentang apa yang diputuskan pihaknya (KPU OI) yang dilengkapi dengan bukti-bukti. Meskipun tidak ada pemanggilan dari saksi-saksi, namun lebih berdasarkan jawaban dan bukti-bukti yang ada.

“Kini pasangan Ilyas Panji-Endang stop aktivitas lantaran didiskualifikasi, termasuk baliho-baliho. Siapa yang melarangnya kecuali keamanan seperti satpol PP, kalau kepolisian sah-sah saja dia sosialisasi, tapi bukan namanya kampanye yang difasilitasi KPU,” katanya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More