intens.news
Mitra Informasi

Dituding Cabuli Tetangga saat Pengobatan, Pria Ini Ternyata Gangguan Jiwa

0 36

Intens.news, BANYUASIN – Dugaan kasus pencabulan yang dilakukan YE terhadap tetangganya yang baru berusia 14 tahun, warga Kelurahan Pangkalan Balai Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, kini mendapat sanggahan dari pihak keluarga.

Pihak Keluarga YE merasa keberatan jika ini dikatakan sebagai kasus pencabulan. Sebab, posisinya saat dilakukan pengobatan orangtua korban, dalam hal ini mengetahuinya proses tersebut.

“Pelapor posisinya sudah tidak cocok lagi disebut anak dibawah umur karena sudah berkeluarga/bersuami dan kondisinya juga dalam keadaan hamil. Baru satu bulan yang lalu melahirkan. Kalau tidak percaya silahkan cek kebenarannya,” ujar ayah YE, WH, saat memberikan keterangan kepada awak media, Sabtu (24/10/2020).

“Waktu dilakukan pengobatan, orangtua dan suaminya mengetahui hal ini dan melihat. Lucunya lagi, jika perbuatan ini terjadi berulang-ulang terkesan ini ada unsur kesengajaan, mungkin karena YE terlihat kurang waras dan ini dimanfaatkan,” tambahnya.

Menurut WH, kalau memang kejadian itu dianggap cabul, mengapa pihak keluarga hanya melihat dan tidak melaporkan dari awal kejadian. Sedangkan disini orangtua korban sendiri yang datang kepadanya untuk memintah izin dan membujuk YE agar mau mengobati anaknya yang sedang hamil. Lantaran sering kerasukan orang halus.

“Malahan keluarganya menjanjikan YE akan diberikan anak yang di kandungnya kepada YE, jadi kurang pas kalau disebut pencabulan serta istri YE sebenarnya tidak setuju dengan pengobatan ini. Yang kadang juga terusik hampir setiap malam tidak tahu waktu lagi pernah dini hari didatangi pihak keluarganya untuk dimintai bantuan,” ujarnya.

Selanjutnya WH mengatakan bahwa saat ini YE sudah satu minggu lebih tidak masuk bekerja di kantor pemerintah Kabupaten Banyuasin, karena sedang dirawat di rumah sakit Ernaldi Bahar.

“Sudah satu minggu ini dia YE dirawat di rumah sakit, karena mengalami gangguan kejiwaan. Sebelumnya anak saya YE Rawat Jalan tetapi karena akhir-akhirnya tingkanya semakin parah makanya kami berkonsultasi kepada dokter dan juga penyidik yang memang YE status nya sebagai terlapor di PPA Polres Banyuasin dan dokter menyarankan kepada kami agar anak saya YE untuk di Rawat serta di observasi di RS Ernaldi Bahar dan kami sudah datang ke kantor anak saya utuk meminta izin kepada kepala bagiannya dan memberikan surat keterangan dari Rumah Sakit tempat anak Saya di rawat,”terang WH.

Sementara Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Muhammad Ikang Ade Putra melalui Kanit PPA Ipda Suorianto membantah terkait pemberitaan yang mengatakan laporan korban yang belum di proses selama 85 hari.

“Laporan sedang kami proses sesuai dengan SOP, proses pemeriksaan sudah kami lakukan dan kami juga sudah melakukan gelar perkara terkait peningkatan kasus ke sidik Karena terlapor kelihatan mengalami gangguan kejiwaan makanya kami sekarang AA SESAR43S dengan pihak RS Ernaldi Bahar dan dokter terkait serta Kelurga YE agar di lakukan perawatan dan observasi dengan tetap dalam pengawasan Polres Banyuasin dengan  penjagaan anggota 2 orang secara bergantian setiap hari nya agar sulaya YE tidak melakukan hal-hal yang lebih buruk lagi selama observasi terkait gangguan jiwa yg di alami, tunggu hasil dari Observasi dulu yach ,” ujar Supriyanto menutup pembicaraan Via Hanphone

Terpisah Kepala Bagian Umum Pemkab Banyuasin Zazili Mustofa membantah kalau YE masih masuk bekerja karena yang bersangkutan sudah lama tidak masuk bekerja dilingkungan Pemkab Banyuasin karena lagi di rawat di Rumah Sakit Ernaldi Bahar sesuai dengan surat keterangan yang di berikan oleh pihak keluarga kepada kami.

“YE sudah lama tidak masuk bekerja karena di Rawat di RS Ernaldi Bahar Palembang,  menurut Keterangan keluarga dan di buktikan dengan surat keterangan dokter dari RS Ernaldi Bahar di mana YE di rawat,” bantahnya saat hubungi Via Handphone.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More