intens.news
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita

Dituding Sebagai Aktor Pelaku Bongkar Makam, Ketua Pemangku Adat : Ini Zalim

0 135

Intens.news, OKI – Dituding sebagai aktor dari pengusiran yang berujung pada pembongkaran makam, Ketua Pemangku Adat Desa Serigeni Lama Erwandi membantah keras. Menurutnya, tuduhan itu merupakan kezaliman dan pencemaran nama baik ini atas dirinya.

Selain merasa difitnah, ia juga mengeluhkan dampak dari pemberitaan sejumlah media massa hingga sempat viral. Dia mengatakan, semestinya masyarakat tidak langsung menyimpulkan tanpa mencari tahu kebenaran informasi yang diterima.

“Jujur saja, secara psikologis saya sangat terganggu. Makanya saya meminta nama baik saya dipulihkan,” terangnya saat Klarifikasi di Kantor Camat Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat (10/5/2019)

Erwandi yang juga disebut tim sukses Kepala Desa Incumbent mengatakan, sebelum kabar pembongkaran makam mencuat, ia mengaku tidak pernah terlibat selisih paham terhadap keluarga almarhumah yang terhitung masih kerabatnya sendiri.

“Sebelumnya tidak pernah bermasalah dengan keluarga almarhumah. Saya juga sebagai ketua adat, tidak pernah meminta makam itu dibongkar, apalagi lantaran perbedaan dukungan dalam pilkades” bantahnya.

Perhelatan pilkades di Desa Serigeni Lama saat ini belum menetapkan calon kades. Ttuduhan bahwa dirinya memaksa Ali yang juga anak almarhumah untuk memilih calon kades pilihannya terlalu berlebihan.

“Calon kades saja belum ada, bagaimana mungkin saya meminta bersangkutan untuk memilih salah satu calon kades. Saya tidak pernah bicara dengan Ali. Ya, itu intimidasi saja,” terangnya.

Lebih jauh, Erwan menyebut dirinya bukan pemilik tanah kuburan, sehingga dirnya merasa tidak memiliki hak untuk menyuruh Ali bongkar makam Ibunya.

“Tanah tersebut bukan milik saya, tapi tanah peninggalan nenek istri saya. Sedangkan istri saya memiliki 6 saudara. Artinya itu tanah juga bukan milik istri saya sepenuhnya,” jelasnya.

Kepala Desa Serigeni Lama, Taufik mengaku tidak diberitahu mengenai pemindahan makam. Dirnya justru menuding peristiwa menghebohkan ini terjadi lantaran pemaksaan kehendak Ali untuk memindahkan makam.

“Seharusnya permasalahan ini tidak terjadi kalau dikomunikasikan dengan perangkat desa. Untuk rencana pembongkaran makam sebenarnya tidak ada. Ya, tidak ada komunikasi dengan kita. Tiba-tiba saja makam dibongkar,” ungkapnya.

Meski pasca pemindahan makam situasi desa kondusif, namun kades incumbent ini mensinyalir kejadian itu sebagai upaya sekelompok orang tertentu yang hendak memecah belah masyarakat dalam kontestasi pilkades.

“Ini hanya perbuatan sekelompok orang yang ingin menjatuhkan saya. Apalagi beberapa bulan lagi akan ada pilkades,” katanya.

Sementara itu, Camat Kota Kayuagung, Dedy Kurniawan, pihaknya tentu menyesalkan kejadian ini. Kejadian seperti ini tidak akan terjadi jika dikomunikasikan dengan pemerintah desa maupun kecamatan.

“Alhamdulillah pasca kejadian itu, situasi desa tetap kondusif. Kami terus lakukan komunikasi baik dengan masyarakat, TNI maupun pihak kepolisian agar sama-sama menjaga kondisi tetap aman dan kondusif,” tandasnya

Sebelumnya, pembongkaran makam diduga adanya perbedaan pilihan kandidat calon kepala desa di kabutapen OKI. Mirisnya, selain menimbulkan kehebohan warga Desa Serigeni Lama Kecamatan Kayuagung, ketenangan Almarhumah Maimunah binti Hasan diliang lahat juga terusik. Makam Maimunah yang telah dikebumikan sejak 11 April 2016 lalu kini dibongkar. Selain disaksikan ratusan warga, tampak pula sejumlah orang turut membantu prosesi pembongkaran makam tersebut.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More