intens.news
Mitra Informasi

Dokter Mata Ungkap Efek Belajar Daring

0 40

Intens.news, PALEMBANG – Untuk menekan penyebaran COVID-19, Pemerintah menganjurkan agar anak-anak sekolah melakukan pembelajaran via daring atau online. Untuk itulah di zaman Pandemi saat ini banyak anak-anak sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA bahkan perguruan tinggi terpaksa beralih belajar melalui via online.

Menyikapi hal itu, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Sumsel, Ramzi Amin mengatakan, memang kondisi saat ini memaksa untuk semua pertemuan dan pembelajaran melalui sistim online, kalau masyarakat atau orang tua tidak jeli mengatasi masalah ini, maka akan timbul kelainan pada mata, terutama kepada anak-anak.

“Jadi sistim pembelajaran ini harus di siasati supaya anak-anak bisa belajar dengan baik. Sehingga kesehatan mata tetap terjaga selama kondisi saat ini,” ungkapnya, Jumat (23/10/2020).

Untuk menyikapi hal ini, dirinya meminta orang tua terus mengontrol anak-anaknya pada saat belajar melalui sistim online supaya tidak boleh lama-lama belajar di depan layar HP atau laptop.

“Jadi ada waktu 20 menit pembelajaran dan ada waktu 20 menit untuk pemulihan kesehatan mata,” ujarnya.

Ramzi berharap, agar fasilitas media pembelajarannya jangan menggunakan HP, tapi menggunakan laptop. Karena layar laptop lebih besar dari layar HP, sehingga anak-anak bisa duduk dengan sempurna dan bisa posisi meihatnya itu jauh lebih nyaman.

Selain itu, usahakanlah untuk pencahayaan pada layar komputer dengan pencahayaan yang saling imbang, hal itu supaya mata tidak lelah.

“Jarak maksimalnya 30 sampai 60 centi meter, karena itu kondisi yang paling aman dan nyaman, beda kalau kita nonton tv yang jarak idealnya 5 sampai 6 meter,” katanya.

Namun, untuk dampak dari menonton gadget yang berlebihan pada anak-anak juga akan menimbulkan penyakit yang di akibatkan polisindrom, karena terlalu lama melihat komputer.

“Efeknya seperti kelelahan pada matanya atau matanya akan berair, karena terlalu lama melihat cahaya layar,” ucapnya.

Pada jangka yang lama anak-anak ini melihat layar akan menyebabkan mata minus dan pada anak-anak yang usia 6 tahun atau belum maksimal maka akan berakibat lebih fatal pada kesehatan matanya.

“Karena anak-anak usia itu masih dalam tahap pertumbuhan pada bola matanya. Jadi anak-anak dari TK sampai SMA itu ada pertumbuhan bola matanya,” terangnya.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More