intens.news
Mitra Informasi

DPR RI Buka Suara Soal Kesiapan New Normal di Sumsel

0 384

Intens.news,PALEMBANG – Menyikapi pernyataan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Walikota Palembang Harnojoyo tentang kesiapan melakukan new normal, Srikandi Fraksi Gerindra DPR RI, Renny Astuti buka suara.

Anggota DPR RI Komisi II Fraksi Gerindra Dapil Sumsel 1 ini meminta pemerintah provinsi Sumatera Selatan dan Pemkot Palembang tidak terburu-buru menyusun protokol tatanan kehidupan baru atau new normal dalam pandemi virus corona (Covid-19).

“Kebijakan new normal ini memang dicanangkan Presiden Joko Widodo untuk merespons kondisi ekonomi di Indonesia selama pandemi corona. Namun kami meminta agar pemerintah di Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang tidak terburu-buru dalam penerapannya di wilayah Sumatera Selatan dan Kota Palembang. Dimana sama kita ketahui bahwa peningkatan jumlah pasien positif Virus Corona (Covid-19) terus bertambah secara signifikan,” kata Renny Astuti saat dikonfirmasi, Jumat (29/05/2020).

“Protokol kesehatan itu harus dirumuskan secara rinci. Sehingga penerapan new normal tidak justru membuat rakyat kebingungan. Jangan sampai teknis protokolnya disiapkan secara terburu-buru sehingga tidak matang dan malah memunculkan kebingungan baru di masyarakat,” tegas mantan Aktivis Agraria UGM Jogjakarta ini.

Renny Astuti mengingatkan berbagai ketentuan yang diwajibkan WHO sebelum menerapkan new normal. Misalnya kemampuan negara mengendalikan transmisi virus corona, kemampuan rumah sakit melakukan pengujian sampel, dan kemampuan rumah sakit dalam menangani setiap kasus baru.

“New normal harus dikaji secara mendalam sebelum diterapkan pemerintah. Selain itu, pemerintah juga perlu transparan kepada rakyat agar paham pentingnya new normal. Pemerintah perlu menjelaskan kepada rakyat saat ini posisi Indonesia tepatnya ada di mana dalam kurva pandemik Covid-19, serta bagaimana prediksi perkembangannya ke depan,” ucapnya.

Renny Astuti pun menyarankan pemerintah membuat rencana rinci. Bahkan pemerintah harus bersiap diri jika rencana awal tidak berjalan sempurna.

“Di dalam protokol kenormalan baru harus ada skenario dan simulasi apa yang harus segera dilakukan jika tiba-tiba ada gelombang baru penyebaran virus corona,” tutur mantan Notaris PPAT Sumsel 21 tahun ini.

Pernyataan anggota Fraksi Gerindra DPR RI ini merespon kesiapan Provinsi Sumatera Selatan dan Pemkot Palembang yang mulai menggaungkan tatanan kehidupan baru atau new normal, usai kondisi ekonomi memburuk karena pandemi virus corona yang dimuat di sejumlah media masa online di Sumatera Selatan.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More