intens.news
Mitra Informasi

DPRD Palembang Sebut Manajemen Penyebab Pasar Ikan Modern Sepi Pembeli

0 43

Intens.news, PALEMBANG – Sepinya transaksi jual beli di Pasar Ikan Modern (PIM) Palembang membuat kesan pasar ikan yang diresmikan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) di akhir tahun 2020 lalu seperti pasar yang terbengkalai. Hal ini mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palembang.

DPRD Palembang menilai jika Pemerintah Kota Palembang kurang gencar melakukan sosialisasi yang berakibat sepinya pembeli di Pasar Ikan Moderen (PIM). Hal ini disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kota Palembang Abdullah Taufik, saat dihubungi intens.news, Rabu (24/2/2021) pagi.

Melihat kondisi pasar ikan yang berlokasi di jalan MP Mangkunegara ini sepi membuat anggapan bahwa pasar ini tidak ada peminat. Padahal, dengan nama modern seharusnya pemerintah lebih mensosialisasikan kemodernannya.

“Menurut saya selaku komisi II harusnya pemerintah lebih memfasilitasi sosialisasi tentang pasar ikan tersebut. Karena dengan label pasar ikan modern harusnya terkenal dengan modernya, artinya semua perlakuanya modern, seperti ikannya lebih segar dari pasar biasa, dan tempat yang bersih dan nyaman, serta fasilitas yang juga moderen,” kata Taufik.

Menurut Taufik, penyebab sepinya pembeli di pasar ikan modern ini karena manajemen yang kurang mengerti tentang bagaimana cara mengembangkan pasar, khususnya Pasar Ikan Modern.

PT Petralog yang diberikan wewenang untuk mengelola pasar ikan, dinilai Taufik tidak menempatkan manajemen yang mengerti tentang pasar ikan modern.

“Harusnya Petralog menunjuk manajemen yang mengerti tentang pasar ikan modern. Kenapa pembeli di pasar ikan modern ini sepi dan pedagang juga sepi artinya sudah ada yang salah di manajemennya selain sosialisasi yang kurang,” tegasnya.

Kedepan, pihaknya akan memanggil perwakilan pemerintah untuk mendiskusikan masalah ini. Dirinya sangat menyayangkan dengan menelan biaya pembangunan 24 M, ternyata kondisi pasar ikan modern tidak sesuai rencana.

“Kita akan panggil dan akan kita diskusikan dengan dinas perikanan kota Palembang. Harapan agar masyarakat bisa lebih nyaman, bisa mendapatkan daging ikan yang bagus. Apalagi ini salah satu aset kota Palembang yang bagus untuk memudahkan masyarakat membeli ikan dengan kualitas baik. Sesegera mungkin akan segera kita panggil dinas perikanan untuk berdiskusi. Mencari solusi terbaik untuk pasar ini,” pungkasnya.

Sementara, salah satu pedagang ikan yang berjualan di PIM, Irsan mengungkapkan, bukan bantuan yang diharapkan pedagang. Akan tetapi promosi dari kelurahan, kecamatan setempat kepada masyarakat.

“Tidak perlu bantuan, keberadaan pasar ini sudah sangat membantu kami. Tempatnya bersih, rapi, tapi tidak ada yang beli. Saya pribadi merasa Pemerintah Kota baik Camat, Lurah sekitar dan Dinas Perdagangan harus mempromosikan keberadaan PIM agar masyarakat paling tidak tahu keberadaan pasar ini dan belanja kesini ,” singkat Irsan.

editor : Fadhil

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More