intens.news
Mitra Informasi

DPRD Sumsel Masih Menunggu Draf APBD Perubahan Dari Eksekutif

0 13

Intens.news, PALEMBANG – Sampai saat ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masih menunggu draf Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2020 dari pihak eksekutif yakni Pemprov Sumsel.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel, Muchendi Mahzareki mengatakan, sampai hari ini DPRD Sumsel belum menerima pembahasan APBD-P dari pihak Pemprov Sumsel.

“Kita, dewan sifatnya hanya menunggu untuk melakukan pembahasan APBD Perubahan dari pihak eksekutuf,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (18/9/2020).

Menurutnya, pembahasan APBD Provinsi Sumsel Tahun 2021 baru bisa dilakukan setelah APBD-P selesai dibahas. Bahkan dirinya mengakui, dalam APBD Provinsi tidak terdapat devisit.

“Kalau defisit tidak. Karena ada pemotongan-pemotongan yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Misalnya, dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK),” jelasnya.

Sejauh ini, pihak Pemprov Sumsel melalui surat Gubernur Sumsel, Herman Deru yang dikirimkan ke DPRD Provinsi Sumsel, telah melakukan pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

“Pinjaman via PT SMI ini memang dibuka seluas-luasnya oleh pemerintah pusat, bagi daerah yang ingin melakukan pinjaman,” ungkapnya.

Menurutnya, hal tersebut dalam rangka mengatasi persoalan terkait penundaan bayar dari pemerintah pusat.

“Artinya, dalam hal ini, di pemprov tidak ada yang defisit. Tapi, ada tunda bayar dari pemerintah pusat mengenai DAU dan DAK itu tadi,” jelasnya.

Ia berharap, dalam waktu dekat ini, ada keputusan dari pihak PT SMI, Kemenkeu, dan Kemendagri terkait pinjaman tadi.

Menurutnya, berdasarkan surat yang diterima oleh DPRD Provinsi Sumsel, pengajuan pinjaman oleh Gubernur Sumsel lebih dari 500 miliar rupiah.

“Kalau nilai pastinya saya lupa. Tapi, Rp500 lebih atau Rp500 miliar,” tuturnya.

Menurutnya,  rencana pinjaman ke PT SMI tersebut sudah dipertegas dengan surat pemberitahuan dari Gubernur Sumsel.

“Tapi, nanti, ini kan ada verifikasi. Jadi, kita di daerah, pemprov khususnya, menyiapkan proposal itu tadi, 500 miliar ini peruntukannya apa saja,” katanya.

“Pinjaman itu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Diharapkan, hal ini menjadi peluang bantuan bagi masyarakat Sumsel yang terdampak pandemi COVID-19,” terangnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More