intens.news
Mitra Informasi

Dua Pejabat Meninggal Terpapar COVID-19, Bupati Lahat Dilaporkan ke Polisi

0 949

Intens.news, PALEMBANG – Kematian Sekretaris Daerah Lahat, Januarsyah Hambali, dan Kepala Balitbang, Agung Pribadi, turut menyeret nama Bupati Lahat, Cik Ujang. Cik Ujang dianggap sebagai orang yang patut bertanggungjawab, atas kematian dua pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat tersebut.

Untuk diketahui, Januarsyah Hambali dan Agung Pribadi, meninggal dunia usai terpapar virus corona (COVID-19). Keduanya dinyatakan positif COVID-19, setelah menjalani kegiatan outbond yang diikuti sekitar 45 Aparatur Sipil Negera (ASN) Lahat, di Bogor, Jawa Barat, pada Desember ini.

Menurut Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Lahat (Gemapela), Sundan, Cik Ujang orang yang patut bertanggungjawab atas meninggalnya dua pejabat tersebut. Atas dasar itu, Gemapela membawa kasus kematian ini ke ranah hukum.

Gemapela melaporkan Cik Ujang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumatera Selatan (Sumsel), atas dugaan pelanggaran protokol kesehatan COVID-19, setelah meninggalnya dua pejabat Lahat, Selasa (22/12/2020).

“Seperti yang tertulis pada surat aduan kami, yakni sehubungan dengan peristiwa meninggalnya dua orang pejabat Lahat, yaitu Sekda Januarsah Hambali dan Kepala Balitbang Agung Pribadi, karena terpapar COVID-19 dan diduga terpaparnya tersebut dikarenakan setelah kegiatan outbond. Maka dari itu, kami mengadukannya (Cik Ujang) ke Polda Sumsel,” kata Sundan, didampingi Sekretaris Gemapela, Lidia.

Sayangnya, laporan Gemapela belum dapat diterima. Gemapela justru diarahkan untuk melakukan konseling. Petugas konseling Polda Sumsel mengatakan pada keduanya, bahwa laporan yang dibuat tidak memiliki unsur pelanggaran. Sebab, kegiatan Bupati dan rombongan tersebut sudah memiliki izin.

“Petugas menjelaskan bahwa aduan kami tidak ada unsur pelanggaran, karena Lahat bukan termasuk daerah yang menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Perihal diterima atau tidak, tapi kita sudah mengadukanya dan sudah diterima dan di Sektum (Sekretariat Umum) Polda Sumsel,” kata Lidia.

Sundan menjelaskan, bahwa ia bersama rekan-rekannya akan terus melanjutkan perjuangan secara hukum.

“Dari konseling ini kami catat hasilnya dan akan kami perjuangkan kembali, tidak hanya sampai disini. Apa saja yang kurang dari aduan kami ini akan kami kuatkan, sehingga ini bisa diterima menjadi Laporan Kepolisian (LP). Jika sampai disini tidak cukup, kami akan melanjutkan ini ke Mabes Polri,” tegas Sundan.

Dia menambahkan, bahwa kegiatan outbond yang diikuti 45 ASN tersebut berpotensi menularkan virus ke masyarakat Lahat. Jika sampai demikian, siapa yang akan bertanggungjawab.

“Bicara penegakan hukum tidak bisa pilih kasih, hukum harus hadir di tengah permasalahan yang ada di Kabupaten Lahat,” tutur Sundan.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More