intens.news
Mitra Informasi

Dua Pemasok Sabu Ditangkap, Polisi Sita Lima Kilogram Barang Bukti

0 132

Inten.news, PALEMBANG – Satres Narkoba Polrestabes Palembang berhasil mengungkap peredaran narkoba, dengan menangkap dua orang pemasok besar narkoba jenis Sabu yang berasal dari Riau.

Tersangka M Wahyu Romadon (29) dan Bayu Prabowo (29), kedua warga Jalan PSI Kenayan, RT 4, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Palembang, ditangkap Anggota Unit 7 Satres Narkoba Polrestabes Palembang saat sedang menginap di salah satu hotel berbintang di Kota Palembang.

Setelah dilakukan penggeledahan dirumah kontrakan tersangka M Wahyu Romadon, Jumat (3/12/2021) sekira pukul 11.30 WIB di Jalan OPI Raya, Lorong Kalimantan 3, Kelurahan Jakabaring, Palembang.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti (BB) yakni 5 bungkus besar Sabu seberat 5 kg atau (5000) gram yang dibungkus plastik teh guanying warna hijau bintang 5, 2 ball plastik kelip bening, 1 buah timbangan digital, 1 buah tas berwarna merah, 1 handphone merek Vivo milik tersangka M Wahyu Romadon,  1 handphone merek Realmi milik tersangka Bayu Prabowo, 1 unit motor merek Jupiter Z.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra didampingi Kasat Narkoba, Kompol Mario Ivanry mengatakan ada 2 pelaku diamankan dengan barang bukti Sabu seberat 5 kg. “Ini merupakan tangkapan Narkoba oleh Satres Narkoba Polrestabes Palembang dalam kurun waktu 3 tahun terakhir,” kata Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra dalam membuka pers rilis, Senin (6/12/2021) di aula Mapolrestabes Palembang.

Kapolrestabes menambahkan 2 Pelaku ditangkap Jumat (3/12/2021) lalu, yang memang dikejar melalui cyber investigation. “2 tersangka ditangkap disalah satu hotel di Kota Palembang, pada saat keduanya sedang liburan bersama keluarganya. Setelah kita tangkap di hotel, lalu dilakukan penggeledahan dirumah salah satu tersangka disana ditemukan 5 kg Sabu dan barang bukti lainnya,” jelasnya.

Lanjut Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra, penangkapan ini bukan pekerjaan instan tetapi merupakan tindak lanjut dari sequel kita menangkap di Tangga Buntung. “Jadi 2 tersangka ini yang kita duga menjadi pemasok utama narkoba yang beredar di wilayah Tangga Buntung, Kalidoni, Boom Baru, dan beberapa tempat lainnya di Palembang,” tegasnya.

Masih katanya, setelah melakukan penangkapan terhadap 2 tersangka ini Polrestabes Palembang akan terus mengejar pelaku yang besar berada diatas kedua tersangka ini.

“Kita akan akan kembangkan diatas kedua tersangka ini, dengan doa bersama dan dibantu masyarakat Kota Palembang Satres Narkoba Polrestabes Palembang bisa melakukan penangkapan lagi yang lebih signifikan,” ungkap Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra.

Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra mengatakan dengan 5 kg Sabu yang disita dengan harga kurang lebih sekitar Rp 3,1 milyar. “Dalam hal ini kita telah menyelamatkan anak bangsa dari pemakaian narkoba sebanyak 25 ribu jiwa,” tutupnya.

Ditempat sama, Kasat Narkoba Polrestabes Palembang, Kompol Mario Ivanry mengatakan 5 kg Sabu ditemukan didalam tas pakaian berwarna merah, “Sabu ini berasal dari Kota Pekanbaru, Riau yang akan diedarkan di Kota Palembang,” katanya.

Kompol Mario menambahkan kalau kedua tersangka sudah 2 bulan terakhir memasok Sabu ke Palembang.

“Dalam 2 bulan tersangka sudah 2 kali mengantarkan Sabu dengan upah 1 kali antar sebesar Rp 5 juta, dan diberi instruksi dari bandar besarnya inisial A, yang saat ini sedang kita kejar, dan mohon doanya semoga berhasil ditangkap sehingga Kota Palembang terbebas dari narkoba,” ujarnya.

Atas ulahnya kedua tersangka akan kita kenakan Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 dan Pasal 112 ayat ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda paling sedikit 1 milyar dan paling banyak 10 milyar,” tutupnya.

Sementara kedua tersangka hanya bisa tertunduk malu dan mengakui perbuatannya.

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More