intens.news
Mitra Informasi

Dua Pengeroyok ASN di Pidana Dua Tahun Penjara

0 181

Intens.news, PAGARALAM – Upaya banding Jaksa Penuntut Umum Kejari Pagar Alam diterima Pengadilan Tinggi Palembang. Permohonan banding tersebut terkait vonis majelis hakim PN Kota Pagar Alam pada sidang perkara pengeroyokan terhadap korban salah satu ASN di Dinsos yang menjatuhkan vonis enam bulan dari tuntutan tiga tahun kepada terdakwa Riduan dan Gunawan.

Amar putusan Pengadilan Tinggi Palembang tertuang dalam surat putusan  No.186/PID/2020/PT.PLG tanggal 20 November 2020 atas nama para terdakwa Riduansa dan Gunawan Susilo. Keputusan banding perkara tersebut dibenarkan Kasi Intel Kajari Pagar Alam Luthfi Fresly, kepada Intens.news, Selasa (1/12/2020).

Dirinya menyampaikan, dalam surat putusan bahwa PT Palembang menerima permohonan banding penuntut umum. Juga memperbaiki keputusan Pengadilan Negeri Kota Pagar Alam No.71/PID.B/2020/PN.Pga tanggal 10 September 2020 yang dimohonkan banding tersebut.

“Upaya banding tersebut, PT Palembang menjatuhi pidana kepada kedua terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama dua tahun,” ujar Luthfi.

Dengan demikian, kata Luthfi, keputusan banding dua tahun, lebih berat atau lama dari putusan Majelis Hakim PN Pagar Alam pada September 2020. “Yang jelas, kami sangat mengapresiasi hasil putusan banding yang ada dan sudah sangat memenuhi rasa keadilan yang berkembang di masyarakat,” ujarnya.

Lanjut Lutfi, bahwa upaya banding merupakan hak JPU sekaligus pernyataan sikap atas putusan majelis. “Jika putusan sesuai tuntutan JPU bisa kita terima, jika tidak sesuai dengan tuntutan maka kita bisa nyatakan sikap banding atau pikir pikir dengan tempo waktu yang disampaikan majelis hakim,” jelasnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More