intens.news
Mitra Informasi

Dua Spesialis Rampok Mobil Truk Ditangkap

0 270

Intens.news, PALEMBANG – Dua dari enam pelaku perampokan spesialis mobil truk yang korbannya Nisamudin, di depan terminal Kilometer 32 Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Rabu 12 Februari 2020, diringkus anggota Unit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.

Kedua pelaku adalah Merianto (44) dan Dedi Rianto. Keduanya diringkus di Kecamatan Lempuing, Desa Tebing Suluh, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), saat hendak menjual truk hasil curian. Sedangkan empat pelaku lainnya, Sarnedi, Julianto, Mat Sirih dan Gonot, masih dalam pengejaran.

Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel, Kompol Suryadi, didampingi Kanit III, Kompol Junaidi, mengatakan pelaku saat melakukan aksi perampokan berjumlah enam orang. Komplotan ini merupakan pelaku spesialis perampokan mobil truk di malam hari.

“Komplotan ini menjalankan aksinya saat korban sedang turun dari mobil hendak kencing, lalu disergap oleh pelaku dengan memukulkan gagang Senpira ke kepala sopir,” ujarnya, saat menghadirkan tersangka dan barang bukti, Jum’at (21/2/2020).

Dikatakan Suryadi, selain memukul sopir, pelaku juga menyekap kernet truk. Setelah kernet disekap, pelaku langsung merampas mobil truk korban. Pelaku Merianto diketahui seorang residivis dalam kasus yang sama dan dihukum 1,6 tahun.

“Dua dari enam pelaku berhasil diringkus, sedangkan empat pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Dari tangan tersangka kami amankan satu unit mobil truk milik korban,” tuturnya.

Tersangka Dedi Arianto mengatakan, ikut melakukan aksi perampokan bersama lima orang temannya. Saat itu ia mengendarai mobil Avanza yang mereka gunakan untuk merampok mobil truk korban.

“Saat itu korban hendak kencing lalu turun dari mobil truk-nya. Setelah itu kami hampiri dan kami sekap, lalu dipukul dengan gagang pistol. Sedangkan keneknya kami ikat lalu kami ambil truk-nya,” ujarnya.

Untuk mobil truk milik korban dibawa pelaku ke kawasan Lempuing, Tebing Suluh OKI hendak dijual seharga Rp40 juta. “Rencananya truk itu mau dijual dan akan dibagi enam. Tapi belum sempat kami jual, ditangkap polisi,” ungkapnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More