intens.news
Mitra Informasi

Ecoprint,  Tekhnik Pewarnaan Kain Bernuansa Alami

0 30

Intensnews,PALEMBANG-Motif bermotif dengan lapis bahan yang mewah sudah biasa kita saksikan dalam berbagai acara persedekahan, atau peragaan busana dari designer terkenal. Bahan dan design pilihan yang di gunakan tentunya sebanding dengan harga yang harus dibayar.

Namun baru-baru ini ada kain unik yang memiliki motif unik dan eksotik. Motif diatas kain tersebut terdapat puluhan daun-daun dari berbagai tumbuhan liar, dan didukung pewarnaan dan design yang akurat membuat kain tersebut terlihat sangat cantik.

Motif dan pewarnaan kain tersebut di sebut eccoprint, atau penyablonan kain dengan menggunakan bahan dasar dedaunan dan bunga. Proses pembuatannya tidak terlalu sukar, pengerajin menyiapkan kain seperti katun atau sutra polos. Setelahdi cuci dan di jemur, kain kemudian di rendam dan beri cairan Mordan. Hingga pori kain terbuka dan warna alami bisa terserap sempurna.

Usai di berikan mordan, kain masih basah langsung di tata dengan daun atau bunga yang ingin digunakan sebagai motif. Agar motif menyatu dengan kain, digunakan kayu untuk menggulung kain hingga daun dan bunga tercap sempurna. Setelah dua jam di kukus, dilakukan penjemuran hingga warna dan motif terlihat terang menarik.

Foto(Reza Mardiansyah): Kain ecoprint produk rumah daun Yuniarta.

Hal inilah yang dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga, Yuniarta Nensy,53, seorang pengerajin kain ecoprint yang berdomisili di Jalan Depati Barin, Kelurahan Kenten, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Kini, Yuniarti memiliki butik yang dia beri nama Rumah Daun.  Produk kain ecoprint buatannya kini terkenal hingga ke mancanegara. Bahkan beberapa unit kain di beli konsumen dari Jepang.

Kemampuannya memanfaatkan pewarnaan ecoprint dia peroleh dari seorang teman yang mengetahui tekhni ecoprint. Dan dia sempat belajar lewat seminar ecoprint hingga dia menerapkan tekhnik tersebut.

“Jadi ada teman saya yang memberitahukan ada satu tehnik yang bisa memanfaatkan tanaman yang tebuang menjadi satu jenis kain yang bernilai dan segi pemasaran lumayan tinggi harganya,” kata dia.

Khusus untuk pewarnaan kain, dia menggunakan botanical ecoprint,  salah satu tehnik yang sangat sederhana. Apalagi di kediamannya cukup banyak terdapat pohon dan bunga-bunga yang dapat di jadikan kreasi dalam membuat motif. Untuk pemasarannya, kata Yuniarta, selain membuka butik  dia juga sering mengikuti berbagai pameran yang memasarkan kerajinan.

“Kalau harga, rata rata kalau pakai kain jenis katun satu meter kain saya kasih harga 300, Kalau kain sutra 500 satu meternya, tergantung jenis kainya,” kata Yuniarta.

Dan salah satu kelebihan tehnik ecoprint, produk kain yang sudah di produksi nyaris tidak bisa di tiru atau digandakan. Karena  daun yang di pakai sebagai bahan dasar dalam pewarnaan tidak selalu sama bentuk dan ukurannya.

“Karena tehnik ini tidak bisa dibuat secara massal dan dengan banyak dengan motif dan warna. Jadi kain yang kita produksi tidak mungkin ada yang bisa menirunya,” tambah dia.

Saat ini Rumah Daun milik Yuniarta tidak hanya kedatangan konsumen yang ingin membeli kain saja, namun banyak mahasiswa yang melakukan penelitian. Bahkan dirinya juga sering dikunjungi oleh jajaran pemerintah untuk menyaksikan tehnik pewarnaan kain ecoprint yang mungkin bisa dikembangkan secara massal.

Editor: Muhammad Uzair

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More