intens.news
Mitra Informasi

Ekspor Karet Thailand Menurun Untungkan Indonesia

0 244

Intens.news, PALEMBANG – Negara Thailand pengekspor karet mengalami penurunan produksi. Hal tersebut dipengaruhi oleh tenaga penyadap asal Myanmar belum dapat bekerja akibat aturan COVID-19 di negara tersebut.

Kondisi ini ternyata menguntungkan Indonesia dalam perkembangan harga karet. Memang Thailand sedang mengalami penurunan produksi sehingga beralih ke Indonesia. Demikian dikatakan Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP) Dinas Perkebunan Sumatera Selatan, Rudi Arpian, saat mengikuti acara rempah Sumsel, Sabtu (24/10/2020).

“Hal ini juga harus dibarengi dengan perbaikan mutu karet untuk memperkuat karet,” katanya.

Rudi mengakui, dalam dua pekan terakhir ini harga ekspor karet ke negara luar tengah naik. Kondisi tersebut dipengaruhi permintaan ekspor Amerika Serikat, Eropa, dan Tiongkok.

Meskipun harga ekspor naik, namun untuk oroduksi karet di beberapa negara mulai terbatas akibat gugur daun dan musim hujan.

“Diharapkan harga karet terus menguat sampai akhir tahun. Adapun kondisi ini dapat saja berubah akibat hasil Pemilihan Presiden di Amerika pada tanggal 3 November mendatang,” ungkap Rudi.

Rudi mengatakan, Karet tahun 2020 tembus di harga tertinggi, bahkan permintaan karet dari Tiongkok untuk memenuhi pabrik-pabriknya juga meningkat, setelah pemerintahnya memberikan stimulus terhadap pabrik otomotif setempat. Seperti pada Jumat  kemarin (23/10/2020), harga karet di Sumsel melejit menjadi Rp20.417 per/kg.

“Untuk tahun 2020, harga karet Sumsel sempat menyentuh harga tertinggi, yakni Rp20.439 pada hari Kamis, (22/10/2020) dan Jumat kemarin (23/10/2020), harga karet di Sumsel melejit menjadi Rp20.417 per/kg,” jelas Rudi.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More