intens.news
Mitra Informasi

Empat Lawang Kekurangan Guru

0 39

Intensnews,EMPATLAWANG-Kabupaten Empat Lawang hingga kini masih mengalami kekurangan kekurangan guru. Dari data tahun 2018 lalu, kabupaten ini membutuhkan sebanyak 1600 orang guru, dari 365 sekolah SD,SMP, SMA, dan SMK.

Dari data pokok pendidikan Kabupaten Empat Lawang yang di akses melalui http://dapodik.empatlawangkab.go.id/beranda di ketahui bahwa terdapat 365 sekolah, 41.874 orang siswa, 3926 guru, dan 388 tendik.  Meski kekurangan tenaga pendidik, namun hingga kini belum ada kepastian rencana panambahan tenaga guru PNS tersebut di sekolah-sekolah.

Kabid Penerimaan dan Pemberhentian Pegawai, BKPSDM Empat Lawang, Nurbaiti kepada intensnews,Rabu (24/2/2021).Menurut dia, pihaknya belum mendapat arahan dari Kemenpan – RB jumlah kuota CPNS Formasi guru.

“Sampai saat ini kami belum menerima informasi atau arahan dari KemenPAN-RB berkenaan dengan kuota formasi CPNS untuk guru,” Nurbaiti.

Dia menjelaskan, meski belum ada kejelasan namun pihaknya tetap mengusulkannya, dan kemungkinan masih ada formasi guru di Empat Lawang. Selain itu, para guru juga berkesempatan untuk ikut program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK.

Senada dikatakan Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Empat Lawang, Arbanu. Dia menjelaskan, kekurangan guru masih terjadi di Kabupaten Empat Lawang. Keadaan itu membuat progres belajar-mengajar tidak maksimal. Bahkan banyak guru yang terpaksa mengajar dengan merangkap lebih dari dua mata pelajaran.

“Nah mengenai formasi guru CPNS 2021 belum ada kepastian, dan kami juga mempertanyakan itu. Yang jelas kita masih sanat kekurangan guru,” kata Arbanu.

Dia tidak menyebutkan secara rinci jumlah kebutuhan guru di Kabupaten Empat Lawang.

“Di setiap sekolah SMP saja misalnya, guru itu harusnya mengajar permata pelajaran. Jadi jumlahnya banyak sekali,” ujarnya.

Arbanu berharap, jika pada pembukaan CPNS tahun 2021 ini formasi guru dapat memenuhi kekurangan tersebut, hingga pendidikan dapat lebih maksimal.

Sementara itu, salah seorang guru honorer yang sudah 15 tahun mengajar di salah satu SD di Kabupaten Empat Lawang, Hendri Susanto berharap, tahun ini akan ada penambahan CPNS guru. Hingga para guru honorer dapat diangkat sebagai PNS.

“Berharapnya ada pembukaan CPNS untuk guru. Dan tidak hanya itu, kami berharap lebih banyak lagi di Empat Lawang ini yang diangkat jadi PPPK bahkan kalau memungkinkan diangkat jadi PNS,” harap Henderi.

Ketua PGRI Provinsi Sumatera Selatan, Ahmad Zulinto mengatakan, hampir rata-rata kabupaten/kota di Sumsel mengalami kekurangan guru dan tenaga pendidik. Para guru PNS merupakan tenaga pendidik andalan, yang bekerja maksimal mengajar dan membangun pendidikan. Sedangkan para guru honorer adalah para guru bantu yang di pekerjakan oleh pemerintah, atau sekolah-sekolah.

Untuk mengatasi kekurangan, kata Zulinto,  solusinya yakni memberdayakan guru-guru PNS yang pensiun, dengan cara memperpanjang masa pengabdiannya disekolah-sekolah,

“Pihak sekolah jangan lagi untuk mengangkat guru honorer, jika di suatu sekolah tersebut telah mencukupi tenaga pendidik dan kependidikannya. Kalau pihak sekolah mengangkat guru honorer terus tidak ada selesai-selesainya,”ungkapnya.

Zulinto menjelaskan, jika guru yang sudah pensiun masih sehat, kuat dan enerjik maka sepantasnya masih bisa di karyakan, minimal untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar.

“Guru yang akan dikaryakan lagi, sebaiknya harus linier tertuang dalam peraturan Mendikbud Nomor 46 Tahun 2016 tentang penataan linieritas guru bersertifikat. Peraturan ini berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia, tambah dia.

Editor: Muhammad Uzair

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More