intens.news
Mitra Informasi

Enam Bulan Beraksi, Pengedar Narkoba Ditangkap

0 106

Intens.news, PALEMBANG – Dalam kurun dua hari, Satres Narkoba Polrestabes Palembang menangkap tiga pengedar sabu di tempat berbeda di wilayah hukum Polrestabes Palembang.

Ketiga pelaku yakni Syarifudin alias Udin (31) diamankan di depan rumah pelaku yang berada di Jalan Ki Marogan, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Andi Saputra (39) diamankan di dalam rumah pelaku yang berada di Jalan A Yani, Lorong H Umar, Kelurahan 9-10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang dan M Basid (43) diamankan anggota saat berada di rumah kontrakannya di Jalan Muhajirin, Lorong Khotib III, Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang.

“Dalam kurun waktu dua hari anggota kita berhasil mengamankan ke tiga pengedar sabu di rumahnya masing-masing,” ujar Kasat Narkoba Polrestabes Palembang, AKBP Siswandi, Rabu (12/2/2020).

Dirinya menuturkan, ketiga pelaku berhasil ditangkap berkat informasi yang didapatkan dari masyarakat yang menyatakan bahwa dirumah para pelaku sering terjadi transaksi narkoba jenis sabu.

“Mendapatkan informasi tersebut anggota pun melakukan gerak cepat dengan melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan ketiga pengedar sabu ini. Tidak hanya mengamankan para pelaku, anggota kita juga turut mengamankan barang bukti sabu. Bahkan dari salah satu pelaku anggota kita juga mengamankan barang bukti tiga butir ekstasi,” katanya.

Dari tangan pelaku Udin, anggota mengamankan barang bukti berupa dua paket sabu seberat 4,05 gram sabu, satu buah celana pendek, satu buah ponsel merk Nokia dan satu buah motor merk Honda BeAT nopol BG 3409 XA.

Sementara dari tangan pelaku Andi, anggota mengamankan 12 paket sabu dengan total berat 14,92 gram, satu buah timbangan digital, satu bal plastik bening, satu buah sekop dari pipet sedotan plastik dan satu buah dompet coklat.

“Sedangkan pelaku Basid anggota kita mengamankan barang bukti berupa empat bungkus sabu dengan berat 34,06 gram, 3 butir ekstasi logo kodok, satu buah timbangan digital, satu buah ponsel merk Nokia dan uang tunai Rp 500 ribu” jelasnya.

“Ketiga pelaku kita ancam dengan pasal 114 ayat 1 dan pasal 112 ayat 1 undang-undang (UU) Republik Indonesia (RI) nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaku Basid mengakui perbuatannya telah mengedarkan barang haram tersebut. “Ya benar itu barang saya, dimana saya dapatkan dari salah satu bandar,dan saya jual satu paketnya Rp 600 ribu,” bebernya.

Dalam bisnis haram ini, Basid mengaku sudah menjalaninya selama enam bulan terakhir ini. “Saya sudah menjalani bisnis ini selama enam bulan terakhir dan keuntungannya sangat menjanjikan hingga bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More