intens.news
Mitra Informasi

FPI Dilarang, Habib Mahdi : Tidak ada Masalah

0 286

Intens.news, PALEMBANG – Habib Mahdi Muhammad Syahab eks Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sumsel angkat bicara perihal pengumuman yang disampaikan Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan atau Menko Polhukam, Mahfud MD mengenai penghentian kegiatan FPI yang dilarang sejak Rabu (30/12/2020).

Mahdi mengatakan, bahwa pihaknya dari FPI Sumsel tidak ada masalah terkait pembubaran FPI. FPI Sumsel akan mengikuti setiap proses yang dijalankan sesuai dengan peraturan dan proses hukum.

“Tidak ada masalah, semua sudah kita ikuti sesuai aturan pemerintah, jika tidak boleh menggunakan atribut dan nama FPI lagi akan kita ikuti,” jelas Mahdi, saat dimintai keterangan via telepon, Kamis (31/12/2020).

Menurutnya, pemerintah jalankan saja aturan, kalau memang FPI melanggar tentu ada proses hukumnya, untuk membubarkan Ormas (Organisasi Masyarakat) itu dasar hukumnya harus jelas.

“Karena kita negara demokrasi, nanti kan ada proses hukumnya, kita dari Sumsel mengikuti keputusan dari pusat. Silahkan saja menuduh apapun pada FPI tapi tunjukan faktanya, jika hanya berdasarkan video yg dipotong potong, itu tidak elegan,” jelas dia.

Diketahui setelah Front Pembela Islam dinyatakan dilarang, selanjutnya Deklarasi Front Persatuan Islam dilakukan pada Rabu (30/12/2020) melalui rilis pers tertulis di Jakarta.

“Karena FPI Front Pembela Islam dilarang, sekarang kita ada Front Persatuan Islam yang kemarin sudah deklarasi di Jakarta, kita ganti kendaraan dengan menggunakan kendaraan lain yang pasti perjuangan akan terus ada.” kata dia.

Ia menjelaskan, bahwa saat ini masyarakat makin cerdas dan sudah mengetahui dan bisa menilai terkait apa yang terjadi.

“Yang pasti kami terus mendesak agar 6 laskar anggota FPI yang terbunuh untuk diusut tuntas, kami tidak akan mundur. Ini bukan hanya kami yang menuntut tapi semua ormas Islam bahkan ada yang dari nonmuslim juga menuntut hal yang sama, pembunuhan 1 orang saja sudah berharga apalagi 6 omanusia, negara kita hukum, negara demokrasi bukan negara bar bar, dan perlu diingat bahwa FPI tidak pernah melalukan pembunuhan terhadap siapapun,” ungkap dia.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More