intens.news
Mitra Informasi

FPK Riau Jalin Silahturahmi dengan Sumsel

0 38

Intensnews, PALEMBANG- Kunjungan kerja Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Riau ke Sumsel
FPK Provinsi Riau melakukan Kunjungan kerja ke FPK Provinsi Sumatera Selatan dalam rangka menjalin silaturahmi yang di hadiri oleh Sultan Iskandar M. Badaruddin selaku Ketua FPK Prov. Sumatera Selatan.bertempat di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Senin (25/10/2021)

H. Syairozi, S.H, M.H, selaku Wakil Ketua FPK Prov. Sumsel mengatakan antara FPK Prov. Riau dan FPK Prov. Sumsel maupun FPK lainnya yang ada di Sumsel membicarakan bagaimana meminimalisir atau zero konflik di Indonesia, jangan sampai ada hal-hal negatif yang akan merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rencananya bulan November 2021 FPK Prov. Sumsel akan di undang untuk berbicara di Forum FPK se-Sumatera di Pekanbaru Riau. Dalam kunjungan kerja ini, FPK Prov. Riau dan FPK Prov. Sumsel membicarakan juga bagaimana untuk memajukan dari jati diri, adat dan budaya bangsa ini akan kembali seperti semula.

Wujudnya acara ini bagaimana Indonesia jauh dari zero konflik, berita hoax, proxy war dan sebagainya yang dapat mengancam dan menghancurkan Negara ini baik dari internal maupun eksternal.

“Kita tetap satu bingkai bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika” ungkapnya.

Kita juga jangan mudah terprovokasi, kembali kepada Pancasila dan UUD 1945, disitu sudah banyak hal yang mengatur tentang jati diri kita di dalam UUD 1945. Dalam hal ini budaya, adat istiadat, kearifan lokal harus tetap dipertahankan, jangan seperti budaya Valentine yang bukan budaya kita, maka FPK ini juga banyak mengatur hal seperti Ekonomi, Budaya yang berazas pada jati diri bangsa.

Selanjutnya dari FPK Provinsi Riau, Dr. Santoso, M.Si mengatakan pada acara silaturahmi ini, selain anjuran agama juga menimbulkan semangat kebersamaan, FPK Prov. Riau melakukan silaturahim dalam rangka untuk memperkuat kembali semangat pembauran kita sebagai umat beragama.

Di Palembang, Sumatera Selatan pasti memiliki masyarakat yang beragam, dengan keberagaman itu ada FPK yang menjadikan suatu kekuatan yang bisa diberdayakan.

Di FPK Sumsel juga ada Sultan yang setia mendampingi pembauran ini, maka dibawah komando beliau, pembauran yang berakar dari nilai-nilai budaya lokal ini merupakan jati diri kita yang berpijak pada jati diri, dengan jati diri maka lebih kokoh menapak masa depan. Jadi kita bicara sejarah untuk mempersiapkan masa depan, sebab mereka yang menguasai sejarah maka akan memiliki spirit untuk kemudian menapak masa depan tanpa kehilangan jati dirinya.

Baik bagi generasi milenial sekarang supaya memahami jati dirinya sehingga dengan adanya distraksi teknologi yang luar biasa, tidak menghilangkan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia.

“Oleh karena itu, FPK Prov. Riau bersama dengan FPK Prov. Sumsel bersama-sama hari ini untuk memberikan semangat kebersamaan dan semangat untuk kembali ke nilai-nilai tradisi lokal kita supaya tidak kehilangan jati diri kita”, tutupnya. (Manda sari)

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More