intens.news
Mitra Informasi

Gapki Berikan Bantuan 13 Ton Pakan Ikan ke Dinas Perkebunan Sumsel

0 20

Intens.news, PALEMBANG – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Provinsi Sumsel memberikan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa 13 ton pakan ikan ke Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel bertempat di kantor Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel,  Selasa (23/11/2021).

Ketua Gapki Provinsi Sumsel Alex Sugiarto mengatakan, Gapki Sumsel mendukung upaya program pemerintah khususnya program Gubernur Sumsel. Oleh sebab itu,  pihaknya berpartisipasi dan mengapresiasi inisiatif dari Gubernur. Dan tujuan gerakan Sumsel mandiri pangan ini, untuk mengurangi angka kemiskinan khususnya di Sumsel.

“Bantuan yang berikan berupa pakan ikan sebanyak 13 ton. Dan tidak menutup kemungkinan dari pihak lain ada juga yang memberi bantuan dengan jenis yang berbeda,” ujarnya.

“Kita berbagai untuk masyarakat seluruh Sumsel di daerah manapun. Untuk lokasinya dimana saja nanti kita ikut dari Dinas Perkebuanan yang menentukan, yang penting niat baik untuk berbagi,” katanya.

Melalui bantuan CSR ini,  lanjut Alex,  tujuannya saling berkontribusi, di sinilah semangat berbagi. “Kita juga sudah berusaha berbisnis di Sumsel sebagai perusahaan tentunya, untuk mau ikut berpartisipasi membangun kesejahteraan masyarakat di Sumsel,” jelasnya.

Alex menambahkan, pihaknya berikan bahan pakan ikan, karena kemarin konsepnya pangan rumah tangga dalam artian tidak butuh biaya besar tetapi menyentuh kekeluarga. Dengan seperti itu, dapat mengurangi pengeluaran dan pendapatan juga tidak jauh berkurang.

“Dengan adanya bantuan yang langsung menyentuh keluarga, kita harapkan kemiskinan bisa berkurang,” ungkapnya.

Harapanya, sambung Alex, tingkat kemiskinan di Sumsel berkurang. Dan juga dari sisi perkebunan kelapa sawit, CSR ini setiap perusahaan sudah mengalokasikan dana CSR.

“Bagi kami khususnya Gapki Sumsel mempunyai kemitraan kebun plasma yang bisa dibilang CSR terbesar di perusahaan kebun sawit. Karena kami membangun plasma milik masyarakat dan yang dinikamati oleh masyarakat, tidak hanya itu pemilik kebun pun bisa bekerja di kebun tersebut,” pungkasnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More