intens.news
Mitra Informasi

Gerak Cepat Polres Prabumulih Redam Anarkis Masyarakat

0 38

Laporan: Irsan Matondang

Intens.news, PRABUMULIH – Pelaksanaan Pemilu serentak 2019 pada 17 April mendatang akan menjadi tantangan bagi pihak kepolisian dalam pengamanan. Untuk itu pihak kepolisian Prabumulih mengadakan simuliasi untuk mengantisipasi andai terjadi hal yang tidak diinginkan dalam pemilu yang akan datang.

Dalam persiapan antisipasi ini, pihak Polisi Resor Prabumulih mengadakan simulasi di lapangan parkir Pemerintah Kota Prabumulih, Selasa (12/03/2019). Kegiatan ini dihadiri Walikota Prabumulih, Wakil Walikota, Dandenpom, Danyon Zipur, Kajari, dan Danramil Prabumulih.

Pelasaksanaan simulasi ini dimulai dengan adanya keinginan masyarakat untuk memaksakan kehendaknya dan untuk itu para warga mengadakan demonstrasi menuntut Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Massa menuntut agar pelaksanaan pemilu diadakan dengan adil dan tidak berpihak terhadap salah satu calon, baik itu DPRD Kabupaten/kota, DPRD Provinsi , DPR RI dan DPD RI serta Presiden dan Wakil Presiden.

Warga tersebut memaksan untuk merangsek memasuki wilayah kantor KPU agar dapat mendengarkan aspirasi mereka, namun sebelum terlaksananya keinginan itu, pihak kepolisian sudah mengantisipasi, mengadakan negosiasi dengan warga yang mengadakan unjuk rasa.

Namun sewaktu diadakan negosiasi antara pihak kepolisian dengan warga yang mengadakan unjuk rasa tidak ada kesepakatan, maka warga masyarakat yang keinginannya tidak terpenuhi lalu mengadakan tindakan anarkis yang diantisipasi dengan blokade dalmas.

Namun hal itu tidak membuat warga menjadi ciut, malah semakin anarkis dengan membakar ban untuk menghalangi merangseknya pihak keamanan untuk menghalau warga.

Tetapi warga yang dihalangi tersebut semakin anarkis dimana para pengunjuk rasa melempari para dalmas tersebut dan untuk pihak kepolisian langsung menembakkan air dari water canon agar warga tidak semakin ‘menggila’.

Dan didalam pengamanan tersebut mengamankan beberapa orang sebagai otak pengunjuk rasa dan pihak kepolisian tersebut semakin maju merangsek agar keluar dari halaman KPU dan sesudah pengunjuk rasa keluar dari halaman KPU, pihak kepolisian membuat batas pengaman dari kawat berduri.

Dalam simulasi yang dilakukan warga dimana pengunjuk rasa diperankan pihak kepolisian Prabumulih ini menurunkan semua personilnya. Simulasi ini bermaksud untuk mengantisipasi kalau hal-hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan pemilu.

Dan juga dengan adanya simulasi ini dimaksudkan agar pelaksanaan pemilu serentak besok dapat dilaksanakan dengan baik dan kondusif.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More