intens.news
Mitra Informasi

Goodbye Corona

0 26

SUMATERA Selatan (Sumsel) tercatat sebagai salah satu Provinsi dengan jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) tertinggi di Tanah Air. Bahkan, khusus untuk di Pulau Sumatera, jumlah kasus di Bumi Sriwijaya merupakan yang tertinggi.

Data terakhir yang dimutakhirkan Gugus Tugas Covid-19, Rabu, 17 Juni 2020, tercatat jumlah kasus positif corona di Sumsel secara kumulatif sudah mencapai 1.541. Jumlah itu hanya lebih sedikit dari kasus di tujuh Provinsi saja.

Hingga kemarin, jumlah kasus positif yang terkonfirmasi lebih tinggi dari Sumsel ialah, Jakarta (9.349), Jawa Timur (8.533), Sulawesi Selatan (3.200), Jawa Barat (2.703), Jawa Tengah (2.346), dan Kalimantan Selatan (2.208).

Di Sumsel sendiri, data terakhir yang dilaporkan Gugus Tugas Covid-19 ada penambahan 43 kasus positif baru. Sementara untuk jumlah pasien sembuh bertambah 35, dan meninggal dunia 4 orang.

Jumlah kasus positif di Sumsel meningkat cukup drastis dalam satu pekan terakhir. Sejak 11 Juni hingga 17 Juni kemarin, ada penambahan 312 kasus positif baru yang diumumkan Gugus Tugas Covid-19.

Menariknya, pada periode yang sama, Gugus Tugas Covid-19 juga mencatat penambahan jumlah pasien sembuh yang cukup signifikan. Tercatat ada 228 pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari corona.

Tambahan 228 pasien tersebut membuat jumlah pasien sembuh dari corona di Sumsel secara kumulatif sudah mencapai 705. Tak hanya itu, tingginya jumlah pasien sembuh juga menjadi sebuah kabar baik bagi masyarakat Sumsel.

Kabar baiknya lagi, jumlah pasien meninggal dunia tidak terlalu bertambah signifikan. Hingga kemarin, pasien positif corona yang meninggal dunia di Sumsel baru 61 orang, atau tidak sampai 10 persen jumlah total jumlah kasus.

Statistik yang dilaporkan Gugus Tugas Covid-19 bisa sedikit membuat masyarakat menjadi lega. Sebab, sudah banyak pasien yang berhasil ‘melawan’ corona hingga terbebas dari virus yang berasal dari China tersebut.

Hanya saja, masyarakat harus tetap waspada. Selain yang belum terinfeksi, pasien yang sudah dinyatakan sembuh, pun tidak jaminan mereka tidak lagi tertular. Tidak ada jaminan pasien sembuh kebal terhadap corona.

Meski begitu, untuk sementara 705 orang itu setidaknya sudah bisa mengatakan goodbye corona. Bagi yang belum pernah tertular, harus tetap mematuhi imbauan pemerintah dengan mengikuti anjuran protokol kesehatan.

Saat ini, beberapa Kabupaten/kota hingga Provinsi di Tanah Air memang sudah ada yang menerapkan new normal atau tatanan pola hidup baru di tengah pandemi virus corona.

Penerapan new normal merupakan upaya untuk kembali hidup normal dengan cara baru, ‘berdamai’ dengan corona. Tak sedikit pula yang masih memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Sebenarnya, penerapan new normal maupun PSBB yang masih berlaku, tujuannya tetaplah sama. Pemerintah berupaya memutus mata rantai penyebaran virus corona dengan pemberlakuan aturan yang ketat tentang kesehatan.

Di saat PSBB atau sudah masuk di masa new normal, kewajiban masyarakat tetap tak berbeda. Masker sudah menjadi barang wajib yang terpakai di mulut hingga menutupi hidung ketika beraktivitas di luar rumah.

Tak hanya itu, physical distancing dan social distancing masih tetap berlaku. Masyarakat juga wajib rutin mencuci tangan di air yang mengalir dengan menggunakan hand sanitizer.

Untuk kebutuhan ini, pemerintah bahkan sudah menyiapkan tempat mencuci tangan di sejumlah titik yang menjadi pusat keramaian. Disamping pengukuran suhu tubuh yang wajib tersedia di setiap tempat yang berpotensi mengundang keramaian. ***

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More