intens.news
Mitra Informasi
intens hari raya

GPMN Sumsel Segera Fasilitasi RKB 50 Pondok Pesantren

0 116

Intensnews,PALEMBANG-DPW Gema Perjuangan Maharani Nusantara (GPMN) Sumsel memastikan, akan segera memfasilitasi ruang kelas belajar (RKB) untuk sebanyak 50 pondok pesantren di Sumsel. 

Hal itu dikatakan Ketua DPW GPMN Sumsel, Yani Paslah usai deklarasi pengukuhan dan penyerahan SK DPW dan DPD GPMN se-Sumsel, minggu (28/3/2021). Menurut dia, Sudah lebih dari 50 pondok pesantren yang akan difasilitasi dan mengajukan rencana pembangunan ruang kelas belajar.

“Ini sudah mulai kita laksanakan, salah satunya kita sudah memfasilitasi seluruh pondok pesantren di OKI. Sudah lebih 50 ponpes akan kita fasilitasi di Sumsel mengajukan RKB serta yang di butuhkan,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah mengumpulkan sebanyak 15 ribu lebih data pemohon BPUM dan 10 ribu data pemohon bantuan sosial tunai (BST) dari Kementrian Sosial di Sumsel.

“Harapan kepada GPMN Kabupaten kota se Sumsel terus berbuat untuk masyarakat, menjadikan masyarakat agar mendapatkan hak mereka,” jelasnya.

Acara deklarasi dan pengukuhan GMNP dilakukan oleh Ketua Umum GPMN, Dedi Palguna. Dalam sambutannya, Dedi mengungkapkan, pihaknya akan segera membentuk pengurusan GPMN di 514 Kabupaten kota di Indonesia. Dan yang paling penting, organisasi GPMN menjadi fasilitator bagi program pemerintah,  sehingga bisa di rasakan untuk orang-orang yang yang membutuhkan dan tepat sasaran.

“InsyaAllah di tahun 2023 sudah terbentuk semua nasional, sehingga akan menjadi kekuatan barisan besar yang akan mengusung Puan Maharani kedepannya,” ujarnya.

Program pemerintah tersebut, kata dia, program yang di fasilitasi BPUM atau bantuan tunai dari Kementrian Koperasi yang kini telah mencapai 12 juta penerima. Dengan total dana sebesar Rp12.8 triliun lebih. Dana itu diperuntukan untuk pelaku UMKM yang terdampak pandemi COVID-19.

“Yang telah terealisasi di Sumsel dikisaran 5000, Jawa Barat 15 ribu, termasuk juga Banten dan DKI. Alhamdulillah sudah kita fasilitasi,” kata dia.

Editor: Muhammad Uzair

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More