intens.news
Mitra Informasi

Gubernur Tolak Pemberian Sanksi Vaksinasi Warga

0 4.766

Intens.news, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menegaskan, menolak atau tidak akan memberlakukan sanksi atau denda sebesar Rp5 juta kepada masyarakatnya yang menolak untuk di vaksinasi COVID-19 seperti yang diberlakukan Pemprov Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

“Itu Perda atau Pergub DKI, setiap daerah punya spesifikasi tentang karakter masyarakatnya masing masing. Jadi untuk di Sumsel saya pikir tidak perlu diberikan sanksi,” tegas Deru kepada wartawan, Senin (11/1/2021).

Orang nomor satu di Bumi Sriwijaya ini menambahkan, alasan dirinya tidak memberikan sanksi terhadap masyarakat yang menolak di vaksinasi, karena dirinya berpedoman dengan undang-undang tahun 84 nomor 4 tentang vaksin dan wabah.

“Saya mengajak dan saya akan mencontohkan nanti tanggal 14 Januari 2021, bahwa saya akan menjadi orang pertama di Sumsel yang di vaksin COVID-19. Ayo, vaksin itu bukan menjaga diri sendiri, tapi menjaga orang lain,” katanya.

Diketahui, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Selatan (Sumsel) telah menyelesaikan pendataan sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) untuk vaksinasi tenaga kesehatan (Nakes) di tujuh Kabupaten dan kota di Sumsel.

Untuk tujuh Kabupaten dan kota yang akan menerima vaksin tahap awal pada 14 Januari nanti, jumlahnya ada 341 puskesmas dan klinik serta 71 rumah sakit. Sehingga total ada 412 lokasi penyuntikkan vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nuraini mengatakan, Faskes yang telah dipilih dianggap telah memenuhi kriteria sebagai tempat penyelenggara vaksinasi. Setiap faskes juga telah memiliki alat penyimpanan vaksin, dengan suhu 2 hingga 8 derajat celsius. Sehingga saat kedatangan vaksin ke daerah, dipastikan tidak akan ada yang rusak.

“Kalau lemari pendingin, seluruh faskes rata-rata sudah semua. Tapi kita juga terus mendapat bantuan alat pendingin vaksin dari Kemenkes. Terbaru, ada 25 refrigerator yang dikirim,” katanya.

Hingga kini pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinkes di tiap wilayah untuk persiapan vaksin. Setidaknya ada 2.550 orang yang akan dilatih untuk melakukan penyuntikan vaksin. Mereka yang dipilih akan dilatih bagaimana cara memberikan vaksin sinovac.

“Pelaksanaannya dalam waktu dekat. Kami saat ini sedang melakukan Training of Trainee (TOT) untuk narasumbernya,” jelasnya.

Untuk di Sumsel, penyaluran vaksin tahap pertama menyasar 30.063 dosis yang disebar ke tujuh kabupaten dan kota seperti Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, Prabumulih dan Palembang.

Selain nakes, garda terdepan lain seperti TNI, Polri hingga Satpol PP untuk menerima vaksin. Setelah itu, barulah masyarakat pelaku ekonomi dan masyarakat rentan dengan usia rata-rata 18 hingga 59 tahun.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More