intens.news
Mitra Informasi

Harga Cabe Kian Tak Terbendung

0 43

Intensnews,PALEMBANG-Harga dua item cabe yakni cabe merah besar dan cabe rawit hijau semakin tinggi tidak terbendung. Cabe merah besar menyentuh harga Rp52Ribu perkilogram, dan dan cabe rawit hijau menyentuh harga Rp81ribu perkilogramnya.

Berdasarkan dari data Disperindag Provinsi Sumatera selatan, senin (22/2/2021), terdapat empat item sembako yang cenderung naik, berkisar 500 rupiah hingga 3000 rupiah perkilogramnya. Empat Item tersebut yakni, cabe merah besar seharga Rp52 Ribu/Kg dari Rp49 Ribu/Kg atau naik Rp3000. Cabe rawit hijau Rp81 Ribu/Kg dari harga Rp81 Ribu/Kilogram, dan bawang bombay Rp26 Ribu/Kg dari harga Rp25 Ribu/Kg.

Sedangkan dua item yang mengalami penurunan harga yakni, cabe rawit merah atau cabe burung dari harga Rp92.500 /Kg turun menjadi Rp90 Ribu/Kg. Bawang putih dari harga Rp27.500/Kg turun menjadi Rp27 Ribu/Kg.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Efri Yanti Sutrisni kepada intens mengatakan, sebagian besar harga sembako masih stabil. Meski ada tiga item yang mengalami kenaikan yakni cabe merah besar, cabe rawit hijau, dan bawang bombai meski tidak terlalu signfikan.

“Hari ini hanya tiga komoditi itu yang naik dan harga lain masih stabil,” ujarnya, senin (22/2/2021).

Foto(Ist): Data perkembangan harga sembako dari Disperindag Sumsel

Efri Yanti menyebutkan, kenaikan harga tersebut kemungkinan karena tersendatnya transportasi dari kabupaten lain, untuk menyuplai beberapa item sembako.

“Faktor kenaikan harga mungkin salah satunya disebabkan cuaca buruk yang masih terjadi saat ini,” kata Yanti.

Sembako Naik di Sebagian Daerah

Disebagian daerah di Provinsi Sumatera Selatan, beberapa item harga sembako terjadi kenaikan berkisar Rp1000 hingga Rp2000 peritem. Seperti di Kabupaten Ogan Ilir, beberapa penjual di pasar kalangan Ogan Ilir menjual minyak sayur merek fortune seharga Rp14 Ribu/Kg, dari sebelumnya Rp12 Ribu/Kilogram. Gandum Rp14 Ribu/Kg, dari harga sebelumnya Rp12 Ribu/Kg.

Menurut Isa, 45, salah seorang pedagang di kalangan Ogan Ilir, kenaikan harga terjadi karena banyaknya permintaan dari masyarakat terhadap gandum dan minyak goreng. Namun harga telur cenderung turun, dan permintaan masyarakat juga cukup rendah.

“Sebagian naik ada juga yang turun,” katanya kepada intensnews.

Di Banyuasin, Pasar Pangkalan Balai harga cabe merah keriting turun dari Rp 60 ribu/Kg, turun menjadi Rp50ribu/Kg. Cabe rawit hijau turun menjadi Rp80 ribu/Kg dari harga sebelumnya Rp100 ribu/Kg. Namun harga cabe talang masih di kisaran Rp100 ribu/Kg.

Mega, 49, salah seorang pedagang mengatakan, meski harga beberapa item cabai masih tinggi, namun tidak memberi pengaruh bagi pembeli. Karena banyak yang membeli eceran.

“Harga Bawang juga belum ada kenaikan, sekarang harga bawang merah Rp30 ribu/Kg dan bawang putih Rp25 ribu/ Kg,” kata dia.

Di Kabupaten Empat Lawang, harga bawang putih di pasar Pulo Mas Tebing Tinggi mengalami kenaikan. Menjadi Rp30ribu/Kg dari sebelumnya Rp28 ribu/Kg.

Wati, 30, seorang pedagang setempat mengatakan, harga mengalami kenaikan karena stok bawang putih sudah mulai kekurangan.

“Harganya bisa saja turun, ini belum terlalu banyak kekurangan. Kalau harga bawang merah justru masih tetap stabil di Rp 26 ribu/Kg,” katanya.

Foto(Hasan): salah satu toko sembako di Kota Palembang

Di Kota Palembang, rata-rata harga telur masih berada di harga Rp23 ribu/Kg. Ade,33, seorang pedagang sayur di pasar 26 ilir mengatakan, sebagian harga masih stabil meski beberapa item cabe mengalami kenaikan.

” Bawang merah itu masih Rp 30 ribu sekilo kalau cabai kriting masih Rp 60 ribu sekilonya Kalau cabai rawit itu 40 ribu sekilonya,” kata dia.

Meski harga relatif normal, namun terjadi penurunan omzet pembeli. Ade  tetap berharap, agar semua bahan pokok maupun sembako kembali normal dan pembeli tetap ramai belanja di pasar 26 ilir tersebut.

Jalan Lintas Pagaralam-Lahat Ambles, Suplay Sembako Terhambat

Meningkatnya harga beberapa item sayuran kemungkinan besar terjadi akibat terhambatnya suplay dari Kabupaten lain di Sumsel. Seperti di Kota Pagaralam, dampak dari amblasnya Jalan Lintas Pagar Alam -Lahat di Kawasan Lubuk Sepang Kecamatan Pulau Pinang Kabupaten Lahat sangat di rasakan warga.

Tatang,37, salah satu agen sayuran yang beroperasi di Pasar Induk terminal mengatakan, akibat pembatasan muatan karena jalan ambles, cukup berpengaruh pada suplay sembako yang diterima atau di kirim ke tempat lain.

“Mending kalu truck yang digunakan itu milik sendiri,kalau sewa,jelas akan rugi terhadap ongkos supir,”jelasnya.

Foto(Delta): Sejumlah Truk Pengangkut Sayuran Pagar Alam yang menunggu jadwal Keberangkatan

Senada dikatakan Yudi, 50, salah seorang agen sayur di pasar Termina Pagaralam, biasanya setiap harinya dia mengirim   tidak kurang dari 80 ton sayuran ke Pasar Induk Jakabaring. Namun, gara-gara pengurangan tonase, maka hanya dia hanya mampu mengirimkan 10 Truck jenis pickup untuk mensuplay sayuran ke Palembang.

“Dan kalaupun ini berlangsung lama,maka bukan tidak mungkin sayuran Kota Pagar Alam akan banjir yang secara otomatis juga harganya akan anjlok,”ucapnya

Kasi Bina Pasar dan UKM Kota Disperindagkop Kota Pagar Alam Endang Diyah mengatakan,bahwa sejauh ini belum ada gejolak terhadap kenaikan harga sembako dan harga sayuran di sejumlah pasar Kota Pagar Alam.

“Masih tergolong Stabil,hanya saja cabe merah yang sebelumnya mencapai 50-55 ribu perkiligram kini menurun drastis menjadi 35 ribu perkilogram,dan ini bisa jadi karena pembatasan pengiriman atau sudah menurunya permintaan,”pungkasnya.

Editor: Muhammad Uzair

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More