intens.news
Mitra Informasi

Harga Cabe Merah Keriting dan Rawit Meroket

0 50

intens.news, PALEMBANG – Melonjaknya harga beberapa kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) di kota Palembang membuat masyarakat kota Palembang sedikit mengencangkan ikat pinggang dengan mengurangi pembelian bahan belanjaan seperti biasanya.

Seperti yang terjadi di Pasar 26 Ilir Palembang, Meri Komariati salah satu pedagang sembako mengakui, harga sembako mengalami kenaikan seperti cabai merah keriting, bawang putih dan bawang merah.

“Cabai merah keriting naik, bawang putih bawang merah juga naik”, kata Meri saat diwawancarai intens.news, Senin (01/03/2021).

Meri menjelaskan, dari beberapa sembako yang naik tersebut ada yang naik Rp4.000 dan ada juga yang naik sampai Rp10.000.

“Biasanya harga bawang putih kan Rp20.000 per kilo, sekarang jadi Rp24.000 per kilo.  Bawang merah lebih parah lagi naiknya, dari harga Rp 20.000 jadi Rp30.000 per kilo. Sementara cabe keriting merah menjadi Rp 45.000 per kilo dari harga sebelumnya Rp35.000 per kilo,” jelasnya.

Harga-harga tersebut mengalami kenaikan, kata Meri, antara lain dikarenakan curah hujan yang tinggi. Selain itu, beberapa daerah terjadi bencana yang membuat tanaman mati.

“Kendala dari naiknya harga itu karena hujan, kalau dari lebak-lebak (pelosok) daerah talang dan dari daerah itu banjir jadi mati tanamannya. Jadi ini kan dari daerah lampung ngambilnya,” ujarnya.

“Ada keluhan dari masyarakat, biasanya beli 1/4 kilo sekarang nurun jadi beli 1 ons karena mahalkan,” tukas Meri.

 

(foto: dokumentasi)

Terpisah, Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) membenarkan bahwa beberapa jenis komoditi mengalami perubahan harga di beberapa pasar yang ada di Sumsel.

Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Ahmad Rizal mengatakan, untuk komoditi yang mengalami kenaikan harga di beberapa pasar di Palembang adalah cabe merah keriting yang semula Rp58.000 per kilo  naik menjadi Rp61.000 per kilo. Atau naik 5.7 persen.

“Kemudian untuk cabe rawit merah (cabe burung) dari harga Rp95.000 per kilo, kini naik menjadi Rp97.000 per kilo. Atau naik 2.6 persen,” kata Ahmad Rizali, Senin (01/03/2021).

Sedangkan untuk komoditi yang mengalami penurunan harga adalah cabe merah besar dari Rp49.000 per kilo kini turun menjadi Rp48.500 atau turun sebesar 1.0 persen. Sedangkan untuk harga bawang putih hanan dari Rp26.500 per kilo turun menjadi Rp26.000 atau turun 1.9 persen.

Selain harga di atas, untuk harga komoditi lainnnya seperti harga rata-rata tahu dengan ukuran sedang masih seperti harga sebelumnya yakni dari Rp1.000 hingga Rp2.000 per buah.

“Harga rata-rata tahu ukuran kecil dari Rp500 hingga Rp1500 per buah dan harga rata-rata tempe dari Rp5000 – Rp8000 per potong,” ungkapnya.

Meski terbilang stabil, dirinya berharap harga sembilan bahan pokok (Sembako) di beberapa pasar di Sumsel, khususnya kota Palembang tetap stabil, termasuk pasokan barang.

“Saya harap masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu di luaran. Karena harga sembako di pasaran saya pastikan normal,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Tri Wahyuningsih mengatakan, untuk perkembangan inflasi di kota Palembang dan Lubuk Linggau pada bulan Februari 2021 mengalami Deflasi sebesar 0,08 persen, Inflasi Tahun Kalender (Kumulatif) sampai bulan Februari 2021 sebesar 0,35 persen. Sementara Inflasi Tahunan “Year on Year” (Februari 2021 terhadap Februari 2020) sebesar 0,97 persen.

“Komoditas dominan yang menyebabkan terjadinya Deflasi bulan Februari 2021 di Kota Palembang, antara lain cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan emas perhiasan,” katanya.

Sedangkan untuk Kota Lubuk Linggau pada bulan Februari 2021 mengalami Deflasi sebesar 0,10 persen, Inflasi Tahun Kalender (Kumulatif) sampai bulan Februari 2021 sebesar 0,20 persen. Inflasi Tahunan “Year on Year” (Februari 2021 terhadap Februari 2020) sebesar 1,41 persen. “Komoditas dominan yang menyebabkan terjadinya Deflasi di Kota Lubuk Linggau antara lain: cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, jeruk dan beras,” ujarnya.

Provinsi Sumsel pada bulan Februari 2021 mengalami Deflasi sebesar 0,08 persen, Inflasi Tahun Kalender (kumulatif) sampai bulan Februari 2021 sebesar 0,34 persen. Sementara Inflasi Tahunan “Year on Year” (Februari 2021 terhadap Februari 2020) sebesar 1,01 persen.

editor : Fadhil

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More