intens.news
Mitra Informasi

Harga Daging Ayam Naik, Petugas tak Temukan Makanan Mengandung B3

0 27

Intens.news, PAGARALAM – Mendekati momen Natal dan tahun baru, sejumlah bahan pokok mulai mengalami kenaikan. Salahsatunya harga daging ayam yang kini mulai beranjak naik diharga Rp36 ribu per kilogram.

Kabid Perdagangan Diaperindagkop UKM dan PP Kota Pagar Alam Suprianto mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan dari Tim peningkatan pengawasan peredaran barang dan jasa di Pasar Terminal Induk, mendapati jika harga daging ayam yang cukup mencolok mengalami kenaikan.

“Untuk harga daging ayam mengalami kenaikan, yang semula diharga Rp32 ribu per kilogram, kini mulai merangkak naik menjadi Rp36 ribu per kilogram,” ujar Suprianto disela melakukan pengawasan terhadap barang dan jasa di Pasar Terminal, Jum’at (20/11/2020).

Menurut Suprianto, kenaikan harga daging ayam sendiri, memang kerap terjadi tatkala menjelang Natal dan tahun baru, sementara untuk harga telur ayam masih tetap stabil, yang berada di kisaran Rp44 ribu per karpet.

“Harga komoditas lainnya seperti gula dan beras, tidak ada kenaikan yang ditemukan, seperti halnya beras masih tetap dikisaran harga Rp11 ribu per kilogram, begitu pula dengan harga gula, tidak ada kenaikan,” ungkapnya.

Disinggung mengenai pengawasan terhadap produk makanan, yang mengandung Bahan Beracun Berbahaya (B3) yang tidak layak konsumsi, diakui Suprianto, berdasarkan hasil uji tim Laboratorium Kesehatan Daerah (LABKESDA), terhadap sejumlah sampling bahan produk makanan dijual, tidak ditemukan mengandung B3.

“Ada beberapa jenis produk makanan, yang kita ambil sample untuk dilakukan uji sampling, seperti jangek, ayam, ikan teri, kemplang, mie basah, ikan asin dan lain sebagainya, dengan jenis pemeriksaan apakah mengandung borak, formalin hingga M yellow. Hasilnya, semua negatif mengandung B3,” imbuhnya.

Lebih jauh Suprianto menambahkan, giat peningkatan pengawasan peredaran barang dan jasa, yang dilakukan Disperindagkop dan UKM Kota Pagar Alam beserta tim gabungan ini, untuk memantau kenaikan maupun penurunan harga sembako di Kota Pagar Alam, serta juga mengawasi makanan yang mengandung B3 yang tidak layak konsumsi.

 “Kita berharap semoga harga bahan pokok bisa terkendali,” harapnya.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More