intens.news
Mitra Informasi

Hasil Swab Muzakir Sai Sohar Belum Keluar, Status Tersangka Tetap Jadi Tahanan Kota

0 95

Intens.news, PALEMBANG- Hasil swab tes Muzakir Sai Sohar  mantan Bupati Muara Enim pada tahun 2014 yang  telah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus gratifikasi alih fungsi lahan dengan total Rp 5,8 Miliar hingga saat ini belum juga keluar.

Hal tersebut dinyatakan langsung Kasi Penegakan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel. Khaidirman, Senin (16/11/2020).

“Iya kemarin kan tersangka dinyatakan reaktif, cuma belum swab, nah kemarin sudah swab dan hasilnya kata penyidik belum juga keluar sampai hari ini,” ucapnya saat dihubungi melalui via sambung telepon.

Untuk itu status tersangka masih menjadi tahanan kota hingga hasil swab tes keluar. ” Sampai saat ini masih menjadi tahanan kota,” ucapnya.

Ia juga menyatakan, belum mengetahui pasti kapan hasil swab tersebut keluar, akan tetapi prosedur hukum tetap dijalankan sebagaimana mestinya.

“Walaupun hasil swab belum keluar tetap kasus ini akan kita selesaikan secara hukum dan para tersangka juga masih dalam pengawasan kita meskipun menjadi tahanan kota,” ucapnya.

Untuk itu ia pun menyampaikan jika hasil swab tersangka Muzakir telah keluar maka pihaknya akan segera memberitahu tindakan selanjutnya yang diambil oleh pihaknya.

“Kita tunggu hasil swabnya aja dulu ya nanti kita kabari lebih lanjut,” tandasnya.

Khaidirman  juga memastikan bahwa proses hukum akan terus berjalan namun tetap mengikuti standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

“Kondisi yang bersangkutan saat ini baik-baik saja. Namun setelah menjalani rapid tes, ternyata hasilnya reaktif. Oleh karena itu, tersangka tidak dilakukan penahanan. Rencananya akan dilakukan swab test hari ini dan kita juga masih menunggu hasil pemeriksaannya,” ujar Khaidirman.

Diberitakan sebelumnya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel kembali mengamankan empat terdakwa  yang terlibat kasus suap dan gratifikasi alih fungsi lahan hutan produksi menjadi hutan tetap di kabupaten muara enim tahun 2014 yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 5,8 Miliar lebih. Jumat (13/11).

Keempat tersangka tersebut ialah  Bupati Muara Enim periode 2014-2018 Muzakir Sai Sohar beserta tiga orang lainnya yakni HM Anjapri mantan Dirut PT. Mitra Ogan, Yan Satyananda yang merupakan mantan kabag akuntansi PT Perkebunan Mitra Ogan serta Abunawar Basyeban selaku konsultan.

“Dalam pemeriksaan tim pidsus Kejati Sumsel mendapati sejumlah kerugian negara, proyek tersebut merupakan proyek fiktif sehingga kami beranggapan ada total lost atau tidak ada kegiatan sama sekali,” ungkap Plt Kejati Sumsel Oktavianus

Selanjutnya dari hasil pemeriksaan itu, tim penyidik dari Kejati Sumsel mengambil kesimpulan dan melakukan penahanan terhadap 4 orang tersangka tersebut agar mempermudah proses penyidikan lebih lanjut, serta untuk menghindari yang bersangkutan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti dan tindakan tidak koperatif.

“Untuk barang bukti ada uang sebesar Rp 200 juta didalam rekening, dan saat ini dari empat tersangka ini belum ada pengembalian kerugian negara,” ujarnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More