intens.news
Mitra Informasi

Hasodo: Belajar Daring Perlu Kolaborasi Guru dan Orangtua

0 66

Intens.news, PALEMBANG – Belajar dari rumah bagi siswa melalui dalam jaringan atau daring, yang diberikan guru di masa pandemi COVID-19 sekarang ini secara konseptual pembelajaran jarak jauh (PJJ) termasuk baru untuk jenjang tingkat SMP, sehingga berimplikasi pada proses pelaksanaannya.

Guru tidak sendiri lagi mengelola pembelajaran seperti di sekolah, demikian juga orang tua tidak lagi dapat menyerahkan seluruh aktivitas belajar anak kepada guru. Namun orang tua dan guru bekerjasama untuk mendampingi siswa dalam kegiatan belajarnya.

Kapala bidang SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Palembang, Hasodo Alvian mengatakan, kolaborasi antara guru dan orang tua siswa diperlukan dalam pembelajaran secara daring, khususnya untuk tingkat SMP.

Kondisi saat sekarang memang menjadi serba dilema. Dengan adanya pandemi COVID-19, sistem pembelajaran tatap muka tidak memungkinkan untuk dilaksanakan, sehingga pemerintah mengambil kebijakan untuk menggunakan pembelajaran secara daring untuk seluruh tingkatan.

Ia mengatakan sistem pembelajaran daring tersebut membutuhkan peran aktif orang tua siswa untuk membimbing anaknya dalam belajar, khususnya yang masih duduk di bangku SMP.

Akan tetapi, kata dia, hal itu sulit dilakukan jika kedua orang tua siswa bekerja sehingga tidak bisa membantu atau membimbing anaknya dalam mengikuti pelajaran secara daring.

“Oleh karena itu, sekolah juga perlu membangun program yang kolaboratif atau kemitraan bersama orang tua siswa. Jadi, pembelajaran bisa tersampaikan dengan baik,” tegasnya.

Menurut dia, kunjungan guru ke rumah siswa juga dapat dilakukan terutama jika ada kendala sosial ekonomi siswa yang tidak memiliki media untuk mendukung kegiatan belajar secara daring dan letak demografi siswa atau sekolah berada di zona yang tidak terjangkau jaringan internet atau sinyal telepon selulernya lemah.

Selain itu, kata dia, penyederhanaan kompetensi dasar juga diperlukan agar materi yang diberikan lebih padat dan tidak terlalu banyak sehingga tidak menjenuhkan siswa.

Ia mengaku banyak menerima keluhan dari orang tua siswa SMP terkait materi pembelajaran saat sekarang jauh lebih rumit dibandingkan dengan materi pelajaran ketika mereka masih bersekolah di Sekolah Dasar (SD).

Dalam hal ini, kata dia, tingkatan berpikir anak juga harus diperhatikan karena dengan kondisi materi pembelajaran yang rumit juga akan memusingkan orang tua. Apalagi dengan tugas yang bertubi tubi. Guru jangan memberikan tugas yang berat yang membuat siswa stres dan membuat pusing orangtua.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More