intens.news
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita

Hebat, Siswa SMKN Sumsel Berhasil Ciptakan Karya Motor Ambulans

0 325

Intens.news, PALEMBANG – Selama dua bulan secara bergotong royong, akhirnya pelajar SMK Negeri Sumsel Palembang berhasil membuat ambulance bike (motor ambulans-red).

Kepala SMKN Sumsel Rafli mengatakan, ini adalah hasil karya siswa SMKN Sumsel Palembang yang dilakukan memakan waktu selama dua bulan.

“Ya, ini hasil karya anak-anak siswa kita yang dikerjakan secara bergotong royong, dari empat jurusan yakni jurusan teknik permesinan, teknik kendaraan ringan, teknik mekatronika dan teknik listrik,” kata Rafli, Senin (10/02/2020).

Pembuatan ini dilakukan secara bergantian, setiap ada praktek siswa ini mencoba melakukan ambulance bike ini sekaligus belajar. “Tim inti ada 8 orang yang benar-benar mengerjakan didampingi oleh guru pendamping. Alhamdulilah selama dua bulan akhirnya ambulance bike ini berhasil diciptakan dengan sempurna,” jelasnya.

Rafli berujar, biaya yang dikeluarkan untuk membuat ambulance bike ini menghabiskan dana sekitar Rp 35 juta. “Untuk motornya kita memanfaatkan barang inventarisir kantor yang tidak terpakai. Lalu, ada juga barang-barang yang kita gunakan lagi untuk pembuatan ini. Kalau tidak memanfaatkan barang yang ada mungkin bisa lebih dari Rp 35 juta,” bebernya.

Ia mengatakan dalam waktu dekat akan memperkenalkan ambulance bike ini kepada masyarakat. “Gunanya juga sangat baik yakni untuk membantu siswa jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan untuk diantar menggunakan ambulance bike ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Ambulance Bike, Riyo Dzulkarnain, mengaku, pembuatan ambulance bike ini cukup memakan waktu yang agak lama dan penuh perjuangan.

“Alhamdulilah walaupun sampai memakan waktu dua bulan tapi akhirnya selesai juga,” ujar siswa kelas XII Jurusan Otomotif ini.

Riyo mengakui ada kesulitan untuk membuat ambulance bike ini yakni dalam perakitannya yang memakan waktu hingga 3 minggu. Untuk mesin, dan lain sebagainya ia mengaku tidak begitu mengalami kesulitan karena dilakukan secara gotong royong. “Dalam perakitan badannya ini memang memakan waktu cukup lama karena cukup rumit,”sebutnya.

Ia menjelaskan, untuk perakitan ini juga dilakukan dengan bahan atau alat-alat yang sebagian ada yang tak terpakai lagi dan ada yang baru. “Seperti motor ini kan tidak beli karena kita manfaatkan barang inventarisir sekolah yang masih layak pakai,” ujarnya.

Riyo mengaku lega karena ambulance bike ini berhasil dibuat. “Ini seperti bentor. Jadi kapasitasnya bisa mencapai tiga orang. Yakni satu pengemudi, satu korban atau pasien dan satu penjaga atau yang mendampingi. Didalam ini juga terdapat ranjang untuk pasien atau korban lalu dilengkapi dengan perlengkapan UKS lainnya,” tandasnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More