intens.news
Mitra Informasi

Herman Deru : Food Estate Solusi Masalah Pertanian di Sumsel

0 12

Intens.news, PALEMBANG – Untuk menjaga keberlangsungan hidup masyarakat di masa depan. Kick Off Food Estate Petani Bela Negeri Agrosolution Sumatera Selatan (Sumsel)resmi dimulai, Jumat (28/5/2021). 

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengatakan, Sumsel mempunyai persoalan sama dengan persoalan pertanian di daerah lainnya, seperti soal lahan, masalah pupuk, produktivitas, dan market.

Melalui Food Estate sebagai komitmen serius, Pemprov untuk lebih ingin tahu dan memberikan solusi permasalahan yang ada dilahan pertanian setiap kabupaten. Misalkan untuk daerah yang bisa di ekstensifikasi dan intensifikasi namun harus ada jaminan seperti pasar dan penyediaan pupuk bagi petani.

“Pupuk organik butuh cara dan waktu untuk sampai ke lokasi tanam maka perlu pendampingan, kemudian Sumsel beraneka ragam komoditas namun sebaiknya bisa dilakukan seragaman varietas dengan terbentuknya klaster-klaster,” katanya

Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo menilai, diresmikan Kick Off Food Estate Petani Bela Negeri Agrosolution Sumsel adalah bukti bahwa Sumsel bukanlah Provinsi yang biasa-biasa saja tapi sebuah provinsi yang menyokong kehidupan masyarakat di provinsi lainnya di Indonesia

Setidaknya, ada 6 provinsi di Indonesia, produktifitas yang akan menjaga ketahanan pangan.

“Sumsel ini bukan Provinsi yang biasa, pertanian itu bukan hanya soal makan tapi juga lapangan kerja hingga memutar ekonomi dasar yang besar. Kalau desanya bagus maka provinsi dan Indonesia khususnya,” katanya.

Syahrul menegaskan, bahwa Indonesia memiliki basic ketahanan pangan yang kuat. Indonesia menduduki peringkat ke 4 produsen beras terbesar di dunia.

Untuk mewujudkan lingkaran food estate, maka daerah dan provinsi harus bisa memiliki luasan di atas 1.000 hektare atau tingkat satu.

“Kalau di bawah itu belum bisa food estate atau hanya food estate tingkat dua dan tiga. Peralatan juga harus siap, kalau gubernur setuju akan kita tanda tangani, food estate kita perbaiki dan yuk kita ekspor. Saya harap pencanangan bisa dilihatkan nanti di Agustus,” katanya.

Diungkapkan Menteri Pertanian, Ditengah pandemi Covid-19, tak sedikit sektor yang terdampak namun sektor  Pertanian tetap tumbuh.

Bahkan, nilai ekspor pertanian Indonesia di Januari-Desember 2019-2020 naik menjadi  450,79 Triliun atau naik 15,54 persen dari Rp390 T diperiode sebelumnya.

“Orang semua produksi berhenti dan selama pandemi ini banyak yang kembali di desa dan kembali jadi petani,” ujarnya.

Selain itu, dengan sinergi dan kekompakan yang telah dilakukan seperti saat Ramadhan dan idul Fitri kemarin stabilitas harga dan kondisi pangan terjamin aman.

Idul Adha nanti saya harap kita harus kompak. Apa yang dibutuhkan langsung dikoordinasikan, kalau ada daerah yang butuh daging langsung masukan ke daerah yang butuhkan,” katanya.

Ditambahkan, PLT Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Sumsel, R Bambang  Pramono mengatakan food estate di Sumsel berawal dari usulan di 23 feb 2021 silam.

“Kami terus berbenah, ada dua hal yang ditekankan, korporasi dan mitra pihak ketiga. Korporasi yang di dalamnya akan digabungkan para petani agar menjadi manegerial. Serta Perkuat dengan pihak swasta. Saat ini baru dua penggilingan padi besar di Sumsel namun masih ada 16 lagi yang akan segera diikut sertakan,” jelasnya.

Dalam pencanangan Food Estate ini, ada lima kabupaten yang ikut serta berkomitmen, yakni Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Oku Timur, OKU Selatan dan Ogan Ilir.

“Dari daerah-daerah ini ada yang di ekstenfikasi dan intensifikasi. 118 ribu Ha Banyuasin, 10 ribu Ha OKI. Kemudian, Intensifikasi  di wilayah OKU Timur 20 ribu, OKU Selatan 3.000 Ha , 2 Ha Ogan Ilir,” katanya.

Sementara, Tri Wahyudi Saleh, Dirut PT Pusri Palembang, PT Pusri mengapresiasi atas kesempatan untuk mendukung food estate.

Agrosolution Hadir ditengah-tengah untuk memberikan pendampingan pupuk dan teknologi, Pupuk Indonesia dan PT Pusri akan mendukung secara penuh serta akan segera mengembangkan pupuk spesifik untuk komoditi yang dibutuhkan di Sumatera Selatan

“Saat ini Pusri ada 2 pabrik yang di awal Januari 2022 akan membangun pabrik baru dengan kapasitas yang sama dengan harapan dapat mendukung wujud lumbung pangan nasional,” jelasnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More