intens.news
Mitra Informasi

Ibu Daminah Kembali Digugat Anak Kandung Ketiga Kalinya

0 36

Intens.news, BANYUASIN – Sidang kasus anak gugat ibu kandung semakin berbuntut panjang. Kali ini anak-anak dari Hj Daminah kembali menggugat ibu kandungnya sendiri untuk yang ketiga kalinya di Pengadilan Negeri 02 Pangakalan Balai Kabupaten Banyuasin. 

Gugatan ketiga ini terdaftar di Pengadilan Negeri Pangkalan Balai dengan Nomor Pekara 18/pdt.G/2021/PN Pkb. Anak-anak dari ibu Hj Daminah yang menggugat yaitu Agustina Herawati, Mila Katuarina dan Aprilina. Kemudian pihak yang tergugat yaitu Hj Daminah, Angga Julian Aqsa dan Syamsidi, Camat Banyuasin III Ahmad Rosyadi, Lurah Kedondong Raye Zainal Ikhsan dan Notaris Fahrizal.

Sidang gugatan tersebut pertama kali digelar pada Senin (21/07/2021), dipimpin hakim ketua majelis hakim Bayu Adhypratama, didampingi Agewina Ayu dan Cahyani Sirait. Sidang ini ditunda dikarenakan dari pihak tergugat 1,3 dan 4 tidak hadir.

Angga Julian Aqsa yang merupakan cucu dari Hj Daminah sekaligus tergugat kedua  mengatakan, ini kasus yang ketiga kalinya anak-anak menggugat ibu kandungnya. Pada gugatan pertama di Pengadilan Negeri hasil keputusan Niet Ontvankelijke Verklaard atau yang biasa disebut sebagai putusan NO merupakan putusan yang menyatakan bahwa gugatan tidak dapat diterima.

Kemudian gugatan kedua di Pengadilan Agama juga berakhir dengan keputusan NO. Pada kali ini menggugat lagi untuk yang ketiga kalinya di Pengadilan Negeri dengan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH).

“Perlu saya sampaikan, PMH itu gimana?. Kan Ibu Hj Daminah itu sehat Jasmani dan rohani dan seluruh barang itu milik Hj Daminah sepenuhnya dan telah dibagikan kepada anaknya,” ujar Angga.

Menurut Angga bahwa Hj Daminah menyampaikan kepadanya, mau tanah ini di jual, diwakafkan atau dihibahkan itu adalah hak saya. “Apanya yang dikatakan PMH, beliau (Hj Daminah) menjual dalam keadaan sehat, cakap dan disaksikan oleh Notaris. beliau menjual juga untuk kebutuhan beliau, jadi tidak pas dikatakan PMH,” katanya.

Angga berharap kepada majelis hakim untuk menangani kasus ini secara profesional sesuai dengan sumpah jabatan mereka. Sebagaimana juga dalam isi dari Surat Al Baqarah ayat 42 yaitu janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya.

“Saya meminta kepada majeis hakim yang menangani perkara ini, untuk mengadili dengan sebenar-benarnya, What’s Right is still right, What’s wrong is still wrong, yang benar tetaplah benar yang salah tetaplah salah,” tandasnya.

Sementara Hj Daminah (97 tahun) tampak kecewa dengan sikap anak- anaknya yang kembali menggugat untuk yang ketiga kalinya. Dirinya mengatakan masalah tanah itu adalah miliknya dan bukan kepunyaan anak-anak lagi.

“Anak-anak itu serakah, tanah itu mau saya jual wakap, dia gak pernah kasih makan, kepandaiannya hanya merebut tanah sedangkan utang tidak mau bayar. Hutang Agustina Herawati Rp 59 juta, Mila Katuarina Rp 40 juta, Aprilina Rp 82 Juta, kalau dibayar bisa untuk berobat,” tukasnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More