intens.news
Mitra Informasi

Ibu Kapolda Disebut Setor 300 Nama dalam Dugaan Suap Casis Polri

0 21

Intens.news, PALEMBANG – Dalam sidang  kasus perkara dugaan suap calon siswa (Casis) Polri, yang menjerat Kepala Bidang Psikologi penerimaan bintara polri tahun 2016 AKBP Edya Kurnia, nama ibu Kapolda kembali diseret dalam persidangan. Senin (22/2/2021). 

Hal tersebut diketahui saat terpidana Syaiful Yahya, yang terlibat kasus serupa menyatakan keterangannya sebagai saksi secara virtual dan didengarkan majelis hakim yang diketuai oleh Abu Hanifah di ruang sidang Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus.

Dalam keterangannya, Syaiful menyatakan bahwa dirinya juga turut menerima 300 nama untuk diatensi dari Ibu Kapolda.  Atensi itu diterima melalui saksi Darmapala yang sebelumnya sudah disidangkan menjadi saksi yang menyatakan bahwa itu dari Ibu Kapolda.

Terpidana Syaiful yang saat itu menjabat sebagai sekretaris kesehatan mengakui bahwa kegiatan penerimaan Casis Polri tersebut banyak tidak sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan sebagaiamana mestinya.

“Ada yang tidak sesuai, banyaknya atensi dalam penerimaan itu maksudnya banyak titipan untuk dibantu dalam bentuk berupa nama dan data supaya diluluskan terutama pada bidang kesehatan,” tuturnya.

Usai mendengarkan keterangan dari terpidana Syaiful, terdakwa Edy  tidak membantah satu pun keterangan terpidana tersebut. “Tidak ada yang dibantah pak hakim,” ucap terdakwa Edy singkat.

Dengan demikian, sidang pun ditunda minggu depan dengan agenda menghadirkan saksi adechat. Namun jika tidak ada, maka sidang langsung dilanjutkan pada pembacaan tuntutan.

Untuk diketahui, Pada persidangan minggu lalu, nama ibu Kapolda diseret dalam perkara ini. Hal itu diketahui pada sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi  yang dihadirkan oleh JPU yakni Ajudan Kapolda tahun 2016 dan sekretaris panitia pelaksana casis polri.

Hal tersebut dikuatkan oleh keterangan dari Kasubsi Penyidikan Kejari Palembang Aldi Rinanda Rijada yang membenarkan bahwa kedua saksi tersebut menyeret nama ibu Kapolda.

“Benar memang ada saksi Rifan (ajudan kapolda saat itu) menyatakan menerima amplop yang berisikan nama nama untuk diatensi. Begitupun dengan Deni Mapala juga memberikan statement hal serupa,” terangnya.

Editor: Deddy Pranata

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More