intens.news
Mitra Informasi

Imbas Pandemi, Omset Pengrajin Gerabah di Palembang Turun

0 60

Intens.news, PALEMBANG- Selama pandemi para pengrajin gerabah mengeluh, lantaran turunnya omset pendapatan mereka. Hal itu dikatakan langsung salah satu pengrajin gerabah di Palembang, Dede Sarimana, saat ditemui di tempatnya bekerja Jalan Angkatan 66 Kota Palembang, Selasa (6/10/2020).

“Penurunan itu terjadi sebanyak 50 persen lebih di masa COVID-19. Jika sebelum pandemi dalam satu bulan Saya bisa menghasilkan Rp5 juta, kalau saat ini Rp2,5 juta sudah syukur,” jelasnya.

Penurunan pembeli dirasakannya sejak tiga bulan awal pandemi, puncaknya saat memasuki bulan Mei dan Juni. Saat itu, gerabah-gerabah yang dihasilkan tidak ada yang membeli, sehingga tertumpuk di rumah.

“Mei itu awal puasa sampai lebaran benar-benar kosong. Sudah bingung harus gimana, untungnya kami ada tabungan sedikit dan cukup untuk makan,” imbuhnya.

Ia mengatakan, jenis gerabah yang dibuat bermacam-macam, mulai dari celengan ayam, kendi, tembuni, hingga pot bunga. Di tengah pandemi, pot bunga gerabah boleh dibilang banyak diminati. Pasalnya, orang-orang kebanyakan beraktivitas di rumah dan menggeluti hobi  menanam tanaman hias.

“Untuk pot bunga baru-baru ini dibuat karena ada yang memesan. Meski tidak banyak dalam sebulan ada 30 an pot yang laku,” bebernya.

Di massa yang sulit seperti saat ini, dia telah mengajukan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk sektor usaha terdampak COVID-19. Hanya saja, hingga sejauh ini tidak ada sedikit bantuan yang dia terima.

“Kalau bantuan sih kami tidak ada, tidak pernah dapat. Usaha ini masih bisa bertahan karena tabungan kami,” jelas dia.

Dalam proses pembuatan gerabah, memerlukan waktu yang panjang. Selain, di jemur gerabah yang sudah dibentuk harus melalui proses pembakaran agar dapat menghasilkan gerabah yang keras.

“Prosesnya pembakaran panjang, gerabah yang baik harus di jemur, kalau langsung dibakar hasilnya tidak bagus, dia jadi hitam dan mudah pecah,” jelasnya

Dalam proses pembakaran gerabah bisa menghasilkan 1.400 gerabah dalam satu bulan. Gerabah ini biasanya dibentuk dahulu baru dibakar. Dalam proses pembakaran tidak bisa dilakukan sedikit-sedikit, dan haruslah dilakukan sekaligus.

“Biasanya minimal 600 potong pot temuni, 200 celengan, dan 600 pot bunga. Kalau sedikit-sedikit tambah rugi, karena kayu bakarnya mahal,” tutupnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More