intens.news
Mitra Informasi

Ini Besaran Alokasi Anggaran Penanganan COVID-19 di Sumsel

0 21

Intens.news, PALEMBANG – Alokasi penggunaan anggaran COVID-19 di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2020 sebesar Rp203.989.881.777,00. Hal itu diungkapkan oleh Sekda Sumsel, Nasrun Umar, Senin (14/9/2020).

Menurutnya, alokasi anggaran itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 427/ KPTS/ BPKAD / 2020 tentang penggunaan belanja tidak terduga tahun Anggaran 2020, yang terdapat pada 8 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yakni Dinsos, BPBD, Dinkes, Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan, Biro Kesra, Dinas Pendidikan dan Satpol PP.

“Semuanya untuk menjalankan fungsi penanganan Pandemi COVID-19 di Sumsel, dan terhadap evaluasi hasil kerja OPD itu saat ini sedang dilaksanakan pemeriksaan oleh BPK Perwakilan Sumsel mulai tanggal 8 September 2020 sampai dengan 5 Oktober 2020,” katanya saat usai paripurna XV DPRD Sumsel, Senin (14/9/2020).

Nasrun menambahkan, dalam menanggulangi permasalahan ekonomi masyarakat akibat dampak  COVID-19, langkah kongkrit yang dilakukan oleh Pemprov Sumsel adalah dengan mempercepat pelaksanaan proyek-proyek kegiatan fisik, hal itu bertujuan untuk penyerapan tenaga kerja seperti pembinaan UMKM, pemberian bantuan sosial kepada masyarakat terdampak COVID-19 dan supporting bantuan sosial kepada Kabupaten/kota.

“Kita juga mengajukan pinjaman untuk pemulihan ekonomi Sumatera (PES) kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk membiayai kegiatan infrastruktur, sarana dan prasarana penunjang perekonomian yang terkena dampak pandemi COVID-19,” ungkap dia.

Selain bidang ekonomi, anggaran itu diperuntukan di bidang kesehatan seperti penyediaan rumah sehat Jakabaring sebagai tempat karantina atau isolasi bagi ODP, PDP dan kasus konflrmasi tanpa gejala dan gejala ringan, penyediaan tempat karantina atau isolasi di Kabupaten/kota se Sumsel.

Penunjukan Hotel Swarna Dwipa sebagai tempat tinggal tenaga kesehatan yang aktif dalam penanganan COVID-19, menetapkan RS. Siti Fatimah sebagai rumah sakit rujukan Covid-19, mengaktifkan 2.853 desa siaga Covid 19, kegiatan kampung tangkal COVID-19 oleh Polda Sumsel (3.265 desa), dan menugaskan gugus tugas  percepatan penanganan COVID-19.

“Dalam penanganan itu kita melibatkan tim ahli dari berbagai bidang seperti epidemiologi kesehatan masyarakat, ekonomi, sosial, kebijakan publik, hukum, dan psikologi, dan pendampingan Kabupaten/kota dalam persiapan adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman COVID-19,” jelas Nasrun.

Untuk bidang perdagangan, Nasrun memaparkan, dengan menjaga stabilitas harga dan jaminan stok barang kebutuhan pokok melalui deregulasi kebijakan, terkait pangan menjamin kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok sehingga dapat mencukupi kebutuhan di tengah pandemi.

“Dan untuk bidang Pendidikan dengan memberikan dana bantuan stimulan terhadap mahasiswa yang terkena dampak COVID-19, memberikan dana bantuan stimulan kepada Pondok Pesantren di Sumsel,” papar Nasrun.

“Memberikan fasilitas internet melalui kerjasama dengan PT.Telekomunikasi. Tbk (Telkomsel) dengan memberikan kuota belajar gratis untuk para siswa di semua jenjang pendidikan dengan pemberian kartu perdana yang telah di launching tanggal 26 Agustus 2020, kepada siswa SMA/ SMK/MA yang berada di zona merah sedangkan untuk jenjang pendidikan dasar SD dan SMP yang dilaksanakan masing-masing Kabupaten/kota,” terang Nasrun.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More