intens.news
Mitra Informasi

Ini Jurus APERSI Sumsel Bertahan di Tengah Gejolak

0 103

Intens.news,PALEMBANG-Pendemi Covid-19  berdampak pada anjloknya sektor bisnis properti dan perumahan. Para pengusaha properti optimis, meski terjadi penurunan penjualan namun bisnis properti tetap dapat bertahan dengan memperkuat sinergi antar perusahaan dan mitra bisnis. Selain itu, aset properti yang cenderung mengalami kenaikan karena peningkatan penjalan akan terjadi dengan pulihnya perekonomian dan berakhirnya pandemi.

Hal itu dikatakan Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia(APERSI) Sumsel, periode 2020-2024, Syamsu Rusman kepada intens.news,Rabu (4/11/1010). Menurut Syamsu, keadaan perekonomian yang lesu telah memberi dampak penurunan penjualan secara signifikan pada sektor properti dan khususnya penjualan rumah MBR atau rumah subsidi.

“Hingga kwartal kedua, telah terjadi penurunan penjualan hingga 40 persen dari tahun sebelumnya. Dari data DPD APERSI Sumsel, rumah murah baru terserap 900 unit rumah saja,” jelas Syamsu Rusman.

Dia mengungkapkan, APERSI memiliki program nasional pembangunan 10.000 rumah murah  setiap tahun. Dan tahun 2019 APERSI Sumsel berhasil merealisasikan pembangunan sebanyak 2.500 unit rumah murah yang dibangun di seluruh Kabupaten/kota di Sumsel.

“Tahun kemarin sebelum Covid-19 APERSI berhasil merealisasikan di angka 2.500 unit. Namun jika wabah ini belum berakhir juga di tahun ini, kemungkinan sektor properti khususnya rumah murah akan semakin sulit,” tegas dia.

Untuk mengatasi keadaan tersebut, tambah Syamsu, APERSI melakukan berbagai terobosan agar perusahaan-perusahaan di bawah APERSI tetap bertahan meski terjadi penurunan penjualan secara signifikan.

“APERSI kini punya koperasi. Lewat kopersi tersebut, diharapkan dapat menjadi solusi jika perusahaan membutuhkan sedikit bantuan pendanaan di tengah krisis. Selain itu, APERSI juga tetap memperkokoh sinergi dengan perbankan,” kata Syamsu.

Senada di katakan Sekretaris DPD APERSI Sumsel, Adi Kurniawan Bima didampingi Wakil Ketua Bidang Organisasi, Agustiawan Rama Putra. Menurut Bima, perusahaan properti tergantung atas penjualan dan trust masyarakat pada produk perumahan yang dibangun.

“Sebenarnya seluruh sektor yang kena. Tapi harap di pahami, sektor properti cenderung pada investasi,  hingga semakin lama harga properti semakin naik dan tidak bakalan turun,” kata dia.

Jadi, jelas Bima, dampak yang di rasakan para pengusaha properti saat ini lebih pada situasi dan kondisi yang sedang terjadi. Dan tidak menyentuh pada produk properti sebagai aset dan memiliki nilai yang harganya cenderung naik.

Jikapun sedang dilakukan pembangunan, maka hutang perbankan yang harus di bayar oleh perusahaan properti dapat di relaksasi atau dilakukan penundaan dalam jangka waktu tertentu.

“Karena itulah APERSI sangat intens untuk bersinergi dengan perbankan jaringan APERSI. Hingga pengurangan beban perusahaan dapat di atasi lewat penundaan pembayaran cicilan di perbankan,dan terbantukan oleh Koperasi yang dikelola oleh APERSI Sumsel,” jelas dia.

Bima optimis, bisnis properti khususnya rumah murah bersubsidi tetap menjadi sektor yang menjanjikan. Karena itu meski bencana Covid-19 masih terjadi, sektor perumahan tetap menjanjikan dan di butuhkan oleh masyarakat secara luas.

Editor : Muhammad Uzair

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More