intens.news
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita

Ini Tantangan Bagi Pemuda Muhammadiyah di Era Kekinian

0 41

Intens.news,PALEMBANG-Para pemuda Muhammadiyah harus mampu menghadapi beragam dinamika yang terjadi di Indonesia, dalam rangka mencapai tujuan bersama di bingkai amar ma’ruf dan nahi munkar. Sehingga berbagai upaya dan gerakan kepemudaan dapat memberi pengaruh luas dalam gerakan keilmuan, sosial dan kemasyarakatan serta kewirausahaan untuk menjadi solusi atas persoalan umat. Hal itu dikatakan Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumsel, Fajar Febriansyah kepada wartawan, rabu, (25/12/2019).

Pemuda Muhammadiyah adalah organisasi otonom muhammadiyah yang ruang lingkup gerak organisasi nya untuk merangkul kaum muda dan anak muda dipersyarikatan muhammadiyah yang lebih dulu berdiri tahun 1912 barulah tahun 1923 pemuda muhammadiyah didirikan.

“Pemuda muhammadiyah terus mendistribusikan kader nya untuk bangsa. Dan pemuda Muhammadiyah memiliki visi Mempersiapkan kader dan generasi muda  Indonesia untuk siap menghadapi tantangan masa depan yang lebih beragam, penuh dinamika dan  berbagai kepentingan dalam rangka mencapai maksud dan tujuan Pemuda Muhammadiyah,” jelas Fajar.

Dia menilai, diusia Muhammadiyah yang ke-87 tahun, para pemuda muhammadiyah sudah menjadi organisasi yang matang dan mumpuni dalam pergerakan yang juga terus melahirkan regenerasi kader terbaik nya untuk bangsa dan negara. Pemuda muhammadiyah sudah banyak melahirkan tokoh muhammadiyah dan bangsa, sebut saja prof. Din syamsudin yang pernah menjabat ketum muhammadiyah dua periode, lalu mas Hajriyanto yaitu politisi senior partai golkar yang sekarang menjabat duta besar Lebanon.

“Saat ini kader-kader pemuda muhammadiyah juga banyak mengisi eksekutif dan legislatif termasuk hampir disemua provinsi dan kabupaten-kota seIndonesia menduduki kursi penyelenggara pemilu KPU/Bawaslu,” tegas dia.

Misi ke-Muhammadiyahan untuk menjadi gerakan dakwah amar ma’ruf nahi  mungkar, harus mampu memahami  setiap persoalan yang timbul dan kebutuhan lingkungan dimana Pemuda Muhammadiyah melakukan amal karya nyatanya.

“Apakah para kader PM mampu mewujudkan visi dan misi tersebut. Saya kira sebagai kader yang dikaderisasi dari bawah harus mampu menembus ruang ceremonial menjadi ruang aktualisasi yang berdampak nyata kepada umat dan kepemudaan,” kata dia.

Pemuda Muhammadiyah Sumatera Selatan, tambah Fajar, rencananya akan menyelenggarakan musyawarah wilayah tanggal 26-28 desember 2019 ini. Menurut Fajar, hal ini merupakan momentum akhir tahun masehi yang bersejarah. Karena pada perhelatan ini PM SUMSEL akan merumuskan format program kedepan berupa rekomendasi-rekomendasi dan tentunya pergantian kepengurusan.

“Sumatera Selatan sebagai provinsi yang ekonomi nya tumbuh diatas rata-rata nasional yaitu 5,8 % harus juga diimbangi dengan produkfitas kepemudaan dalam bidang enterpreneur. Kedepan PM harus mampu menciptakan pemberdayaan kader menjadi pengusaha dan pelaku UMKM yang handal dan sukses. Selain itu semangat gerakan dakwah amar ma’ruf dan nahi munkar harus digalakan oleh PM sebagai motor dikalangan kepemudaan. Dengan demikian gerakan kepemudaan kehadiran nya akan dirasakan nyata ada oleh masyarakat khususnya rakyat Sumatera Selatan,” pungkas Fajar.

Editor: Muhammad Uzair

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More