intens.news
Mitra Informasi

Insiden Pembacokan Dua Mahasiswa di Kambang Iwak, Begini Kronologinya

0 61

Intens.news, PALEMBANG – Unit IV Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menangkap tiga orang pelaku pembacokan terhadap Atrian Arusanto (24) dan Danu Putu Ronaldi (23), Selasa (20/10) sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Tasik kawasan Kambang Iwak Palembang.

Ketiga pelaku yakni Andreas Faisal (20), warga Perumahan OPI Jakabaring, Syah Jihan Attar (23), warga Jalan Dempo Luar Kelurahan 15 Ilir Kecamatan Ilir Timur I Palembang dan M Rio Rivaldi (19), warga Jalan Sutan Syahrir Kelurahan 5 Ilir Kecamatan Ilir Timur II Palembang ditangkap di Pelabuhan Tanjung Api-Api saat akan melarikan diri ke Bangka Belitung.

Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Suryadi mengatakan, kejadian berawal dari salah paham antara Entis, yang merupakan teman para tersangka dengan Mandala Putra, di salah satu tempat hiburan di kawasan Jalan Veteran, Selasa (20/10) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

“Lalu permasalahan tersebut rencananya akan diselesaikan kedua belah pihak di Jalan Tasik kawasan Kambang Iwak,” ujar Suryadi didampingi Kanit IV Jatanras, Kompol Zainuri, Kamis (22/10/2020).

Setelah sampai di Kambang Iwak, kata Suryadi, Entis kemudian menghubungi Resky Rohmadon untuk menemaninya menyelesaikan masalahnya. Kemudian Resky bersama Edo dan ketiga pelaku datang ke Kambang iwak menemui Entis.

“Setelah sampai di Kambang Iwak mereka melihat Entis sedang ribut dengan Mandala Putra yang sama-sama mengeluarkan senjata tajam. Sementara temannya Mandala menunggu sambil memegang samurai,” terangnya.

Melihat hal tersebut, ketiga pelaku langsung pulang ke rumah kontrakan Andres untuk mengambil senjata tajam. Setelah ketiga pelaku kembali sampai di Kambang Iwak melihat mobil Resky digedor oleh korban dan teman-temannya.

“Melihat kejadian tersebut ketiga pelaku  langsung turun melakukan pembacokan menggunakan samurai, pedang dan celurit terhadap kedua korban sehingga korban mengalami luka parah parah pada bagian kepala dan tangan,” ucap Suryadi.

Atas kejadian tersebut, ketiga tersangka terancam dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) dan (3) dengan ancaman pindana maksimal diatas 5 tahun kurungan penjara.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More