intens.news
Mitra Informasi

Irigasi Rusak, 26 Ribu Hektar Lebih Sawah Terancam Kekeringan

0 43

Intens.news, OKU TIMUR – Adanya kerusakan pada bangunan irigasi yang terletak di Desa Kurungan Nyawa, lahan persawahan seluas 26.598 hektar terancam mengalami kekeringan. Sehubungan dengan ditutupnya pintu air yang mengarah ke empat wilayah sub irigasi Komering selama 60 hari kalender.

Bupati OKU Timur, Lanosin Hamzah, mengatakan, pihaknya telah melaporkan adanya kerusakan pada dinding irigasi yang terletak diantara BK 0 dengan BK 1 kepada pihak Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera  (BBWSS) VIII.

“Sudah kami laporkan, agar segera dilakukan perbaikan. Sementara waktu, petani yang menggunakan tersier mengikuti saran yang disampaikan pihak balai,” katanya, Kamis (08/04/2021).

Dia menambahkan, sedikitnya ada 56 ribu hektar sawah teknis yang pihaknya koordinasikan terus dengan BBWSS. Dalam pemenuhan kebutuhan air bagi lahan persawahan.

“Sumur bor akan dibuatkan untuk daerah-daerah yang ada titik-titik sumber airnya, seperti di Madang satu,” imbuhnya.

Berdasarkan surat pemberitahuan pengeringan saluran BB.1a dari BBWSS VIII yang diterbitkan pada 06 April 2021,  adanya kerusakan ini berdampak terhadap terganggunya pendistribusian air irigasi pada wilayah sub D.1. Belitang 1 seluas 6.051 hektar, wilayah sub D.1. Belitang 2 seluas 7.576 hektar, wilayah sub D.1. Belitang 3 seluas 7.971 hektar, dan wilayah sub D.1. Lempuing 5.000 hektar.

Dari pantauan di lapangan, pihak irigasi telah melakukan penutupan pintu air yang terletak di Desa Sukaraja. Sehingga, debit air irigasi yang mengarah ke Belitang dan Lempuing terus menyusut, hingga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencari ikan.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More