intens.news
Mitra Informasi

Janda Korban Kebakaran Bingung Hendak Kemana

0 1.033

Intens.news, PALEMBANG – Desi (54) seorang janda dengan tiga anak hanya bisa pasrah melihat rumah tempat tinggalnya hangus dilalap ‘Si Jago Merah’. Ini merupakan ujian yang benar-benar berat yang dia alami. Pasalnya, ia sudah bingung kedepanya harus bagaimana lagi.

  Insiden kebakaran terjadi di Jalan Lintas Sumatera  Desa Talang Nangko, Kelurahan Ibul Besar II, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI) pada Kamis (25/02/2021) malam kemarin. Dimana 11 Kepala Keluarga (KK) kehilangan rumah beserta harta bendanya.

Nampak raut wajah kesedihan dari para korban, senyum mereka hilang saat melihat keadaan rumah yang sudah rata dengan tanah.

Para korban kebingungan hendak tinggal dimana, ada yang menumpang tinggal di rumah keluarga mereka, ada juga yang tidur di perkarangan rumah warga lain yang tidak terbakar.

Sedangkan ketika situasi normal saja dia sudah mengalami kesulitan dan keterbatasan dalam keuangan.

Bagaimana tidak, pasalnya dirinya hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan penghasilan Rp 20 Ribu perhari.

Desi menuturkan, pada saat kebakaran dirinya sedang menjalani ibadah salat Magrib lalu mendengar suara keributan di luar rumah.

“Saya kira ada orang berkelahi, selanjutnya Saya menyuruh anak Saya untuk memeriksa, ternyata ada kebakaran. Kemudian saya langsung menyelamatkan diri nyemplung ke sawah belakang rumah,” ujarnya, Jumat (26/2/2021).

Kata dia, sumber api berasal dari gudang minyak ilegal yang meledak dan posisi api sudah membesar di depan rumahnya.

“Kalau Saya keluar dari depan, posisi sudah api semua. Jadi sontak saja Saya langsung nyemplung ke sawah belakang rumah, bahkan masih menggunakan mukenah, karena sudah panik dan api sudah benar-benar didekat Saya,” akunya.

Diungkapkannya, tidak ada barang berharga miliknya yang bisa diselamatkan hanya tersisa pakaian yang sedang ia gunakan.

Kini Desi bersama korban lainya hanya bisa bersabar menanti bantuan dari pemerintah dan uluran tangan dari semua kalangan.”Saya punya anak 3, yang bungsu masih sekolah kelas 3 SMK,” kata dia.

Sedangkan kedua anaknya yang lain dulu pernah bekerja tapi sekarang sudah di PHK karena wabah corona.

“Jadi sekarang ketiga anak Saya itu, saya semua yang menanggung mereka, Saya benar-benar bingung harus bagaimana,” tutup Desi sambil mengeluarkan air mata.

Sementara itu terlihat petugas kepolisian berjaga jaga di lokasi kejadian dan perangkat desa setempat sibuk mengurus bantuan yang mulai berdatangan.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More