intens.news
Mitra Informasi

Januari Hingga Oktober, Ekspor Kelapa di Sumsel Meningkat 21.04 Persen

0 41

Intens.news, PALEMBANG – Januari hingga Oktober 2020, ekspor komoditas kelapa Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami peningkatan hingga 21,04 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, ekspor jenis kelapa di Sumsel mengalami kenaikan siginifikan, hal itu karena terjadi peningkatan produktivitas di daerah.

“Jika diberdayakan dengan baik, maka akan dapat mendongkrak perekonomian daerah, karena ini akan menjadi suatu peluang dan potensi bagi Sumsel,” kata Kepala BPS Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih, Selasa (17/11/2020).

Menurut Endang, komoditas kelapa ini sangat berpotensi karena produk yang dijual beranekaragam, mulai dari buahnya, sabut, batok, dan lainnya. Sumsel sebaiknya segera mengembangkan industri pengolahan kelapa agar mendapatkan nilai tambah.

“Jangan sebatas jadi komoditas yang untuk dibakar saja (batok kelapa), buat mengusir nyamuk,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil (P2HP) Dinas Perkebunan Sumsel Rudi Arpian mengatakan upaya itu masih terkendala payung hukum baik Peraturan Menteri Pertanian (Permentan).

“Kami mendorong kabupaten segera bergerak membentuk UPPK walau belum ada payung hukumnya, yang penting ada wadahnya dulu baru payung hukum menyusul,” ujarnya.

Menurut dia, pembentukan UPPK perlu segera untuk memancing kesadaran para petani kelapa mau mendapatkan selisih harga yang lebih menguntungkan dampak terpangkasnya mata rantai pemasaran sehingga tidak lagi melalui perantara.

Selisih penjualan kelapa ke UPPK bisa mencapai Rp100-Rp200 per butir dibandingkan ke perantara, sehingga petani dapat mengambil keuntungan hingga Rp1 juta untuk setiap penjualan 5.000 butir kelapa.

“Nilai Rp1 juta ini seandainya dibelikan beras maka cukup untuk memenuhi kebutuhan, kalau dijual di luar UPPK Rp1 juta ini tidak akan didapat petani, mindset ini yang ingin kami tumbuhkan ke petani,” katanya.

Sementara itu, data Disbun Sumsel 2019. Tercatat ada 165.000 petani kelapa dengan produksi mencapai 57.570 ton kopra dan mayoritas berada di Kabupaten Banyuasin.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More