intens.news
Mitra Informasi
intens hari raya

Jelang Lebaran, Gepeng Berkeliaran di Pasar dan Perkantoran

0 33

Inten.news, EMPAT LAWANG – Seperti setiap tahunnya, jika  memasuki H -7 jelang lebaran hari raya idul fitri, para gelandangan dan pengemis (gepeng) berkeliaran di pusat perbelanjaan baik toko maupun pasar dan perkantoran, untuk meminta belas kasihan kepada orang semakin menjadi-jadi.

Namun, sayangnya aksi para gepeng yang meminta-minta kepada pejabat serta pegawai pemkab Empat Lawang tidak digubris oleh Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPP) Kabupaten Empat Lawang. Bahkan petugas hanya termenung melihat aksi para gepeng tersebut.

Pantauan di lapangan tidak hanya di pusat perbelanjaan, toko dan keramain pasar. Bahkan para gepeng tersebut nekat meminta-minta kepada sejumlah pejabat di areal perkantoran Pemkab Empat Lawang mengatasnamakan THR.

Tentunya, kondisi ini menjadi perhatian sejumlah pegawai ASN dan pemilik toko, karena mereka dinilai mengangu aktivitas serta membuat resah.

“‘Kami khawatir juga kan, kalo seandainya tidak dikasih para gepeng itu ngamuk-ngamuk. Terpaksalah kami memberi meski sedang menjalankan aktivitas,” ujar salah seorang ASN di Pemkab Empat Lawang yang enggan menyebutkan namanya.

Sementara, Kasat Pol PP Kabupaten Empat Lawang, H M Taufik dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah melakukan tindakan pengusiran, namun hal itu tidak digubris para gepeng itu.

” Nanti kalo ketemu akan kami tindak tegas,” singkatnya.

Dijelaskannya, hampir setiap tahunnya kejadian ini terulang. Karena memang mendekati lebaran sudah menjadi tradisi para gepeng itu meminta-minta belaskasihan dari para darmawan.

“Sudah jadi fenomena setiap ramadan ataupun jelang lebaran banyak gepeng (gelandangan dan pengemis), mereka menggunakan momen ini. Dimana bulan puasa dianjurkan banyak bersedekah,” katanya.

Ia mengimbau, agar kiranya warga dapat menyalurkan sedekah dan infaq ke jalur yang benar atau lebih tepat sasaran.

Terakhir ia mengatakan, pihaknya Pol PP akan melakukan patroli dan gepeng juga atensi jika mengganggu ketertiban masyarakat.

editor : Fadhil

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More