intens.news
Mitra Informasi

Jelang Lebaran Positif Corona di Sumsel Tembus 646 Orang, Terbanyak di Palembang

0 85

Intens.news, PALEMBANG – Hari pertama penerapan PSBB, pasien positif corona atau Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali mengalami penambahan sebanyak 49 orang. Sehingga total pasien positif Covid-19 tembus diangka 646 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri mengatakan, Kota Palembang menjadi wilayah paling banyak penambahan kasus baru hari ini yakni 26 kasus, kemudian disusul Kabupaten Muratara dengan 12 kasus.

“Kasus lainnya di Kabupaten Ogan Ilir 3 Kasus, Lubuk Linggau 2 kasus dan Lahat 1 kasus,” ungkapnya melalui video conference di Command Center Sumsel, Rabu (20/5/2020).

Selain mengumumkan 49 orang kasus baru, dirinya juga mengkonfirmasi penambahan satu pasien positif virus Corona yang meninggal dunia.

“Sebelumnya 18 orang pasien yang meninggal dunia, ditambah satu orang. Sehingga total pasien meninggal di Sumsel sebanyak 19 orang. Untuk pasien sembuh tidak ada penambahan, masih tetap 77 orang,” jelasnya.

Sedangkan untuk jumlah kasus orang dalam pemantauan (ODP) di Sumsel berjumlah 5518 orang, dan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) dirumah sakit sebanyak 390 orang.

“Jumlah sampel yang diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang sampai hari ini sebanyak 2634 sampel. Rinciannya, sampel OTG sebanyak 2034, PDP 483 sampel, dan ODP 117 sampel,” jelasnya.

“Sampel negativ 295 orang, sampel yang masih dalam proses pemeriksaan dan masih menunggu antrian pemeriksaan sebanyak 1693 sampel,” tambahnya.

Melihat terus bertambahnya kasus tersebut, Yusri mengimbau masyarakat mengikuti imbauan jaga jarak terutama saat kondisi rawan keramaian selama bulan Ramadhan.

“Jam-jam sebelum berbuka puasa itu rawan orang berkumpul, baik di pasar bedug ataupun tempat memburu takjil lainnya, tentu saja di tempat seperti itu memungkinkan adanya penyebaran Covid-19,” kata Yusri.

Dia pun meminta masyarakat memperhatikan jaga jarak, serta rajin menggunakan masker agar terlindungi dan melindungi orang lain.

“Sebab siapa tahu ternyata kitalah yang membawa Covid-19 tapi tidak merasakanya,” tegasnya.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More