intens.news
Mitra Informasi

Jelang Ramadhan, Bupati dan Walikota Diminta Cek Harga Pangan 

0 33

Intens.news, PALEMBANG – Menjelang bulan suci Ramadhan 1442 hijriyah atau tahun 2021 lonjakan kenaikan harga sejumlah bakan pokok di pasaran kerap terjadi. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) telah menyiapkan kebijakan untuk menstabilkan ketersediaan stok pangan di pasaran. 

Gubernur Sumsel, Herman Deru, telah menginstruksikan Bupati dan Walikota di 17 Kabupaten/kota se Sumsel untuk memastikan ketersediaan stok pangan yang ada di wilayahnya, termasuk dengan harga bahan pangan.

Ia pun mengimbau, agar kepala daerah dan semua pihak terkait untuk tidak mengeluarkan pernyataan terkait dengan pangan. Tujuannya supaya tidak menimbulkan isu yang membuat kekhawatiran di tengah masyarakat.

“Saya sudah meminta agar menjelang Ramadan ini, semua pemerintah daerah melakukan pengecekan terhadap stok bahan pangan di wilayahnya. Harus juga memonitor harga yang biasanya memang terjadi dinamika harga saat menjelang ramadan,” katanya, Kamis (8/4/2021).

Ditambahkan Deru, untuk menekan kenaikan harga bahan pangan, pihaknya juga telah menyiapkan kebijakan dengan menggelar operasi pasar (OP) di sejumlah daerah di Sumsel.

“Operasi pasar ini tak hanya melibatkan pemda, juga ikut serta didalamnya stakeholder terkait seperti Bulog, Bank Indonesia, hingga produsen pangan yang ada di wilayah Sumsel,” terang Deru.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel, Ahmad Rizali, mengatakan, ada sejumlah strategi kebijakan dari Pemprov Sumsel untuk menstabilkan harga pangan seperti memonitor secara rutin harga bahan pangan pokok.

“Sampai saat ini harga masih relatif stabil, seandainya ada kenaikan pun masih dalam angka wajar. Kita juga bersinergi dengan Bulog dan distributor pangan untuk menyediakan stok selama enam bulan ke depan, sehingga jika terjadi kelangkaan bahan pangan pokok, kita akan segera lakukan operasi pasar,” kata Ahmad.

Tak hanya itu, Dinas perdagangan pun menurunkan satuan tugas (satgas) pangan yang dipimpin Kapolda Sumsel agar para pedagang maupun pihak terkait untuk tidak menimbun bahan pokok.

“Jika pedagang melakukan penimbunan juga percuma, karena saat ini bahan pangan cukup banyak, tidak ada gunanya menimbun. Tapi kalau soal harga naik, itu psikologi kita menjelang ramadan, namun nanti turun lagi,” jelas Rizali.

Pemprov Sumsel juga akan menurunkan tim ke lapangan demi memantau harga dan stok pangan di pasar tradisional.

“Rencananya ada dua tim yang diturunkan di Pasar KM 5 dan Pasar Soak Bato. Dengan peninjauan pasar ini akan tahu ketersediaan bahan pangan di wilayah kita,” tambahnya.

Operasi pasar juga akan digelar selama lima kali saat menjelang dan selama ramadan berlangsung. Lokasi pelaksanaan operasi pasar akan dipusatkan di kantor kecamatan yang ada di Palembang. “Untuk daerah lain, akan menyusul nantinya,” katanya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More