intens.news
Mitra Informasi

Jembatan Rantau Bayur Bakal Tingkatkan Ekonomi Warga

0 34

Intens.news,BANYUASIN-40 ribu jiwa warga Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin, sangat mendambakan jembatan yang menghubungkan ke wilayah kecamatan Banyuasin III. Dan diharapkan keberadaannya dapat membangkitkan perekonomian masyarakat setempat.

Selama ini, warga sering menggunakan perahu untuk pergi kondangan karena terbatasnya akses jalan yang di lalui. Dan jembatan itu dianggap sebagai titik tolak kemajuan ekonomi masyarakat setempat. Camat Rantau Bayur Syaiful mengatakan, sungai musi yang membelah wilayah Rantau Bayur membagi dua seluruh desa yang ada di Kecamatan tersebut. Ada 11 Desa yang berdekatan dengan Kecamatan Banyuasin III dan 10 Desa lagi di seberang sungai.

“Banyak warga setempat yang kerjanya mencari ikan dan selama ini mereka menggunakan sungai sebagai alat transportasi utama. Kalau jembatan itu sudah jadi, maka akan terbuka akses ekonomi warga,” kata Syaiful.

Dia menjelaskan, dampak paling besar dari pembagunan Jembatan tersebut tentunya adalah transportasi. Di Rantau Banyur sendiri hanya 5 Desa yang murni memakai askes darat, sedangkan 16 Desa lainnya memakai 2 alat transportasi yaitu darat dan laut.

“Jika nanti jembatan ini sudah terhubung, tentunya ini bisa membuat Rantau Bayur menjadi hebat. Selain tidak terlalu jauh dengan Pangkalan Balai, jalan yang nantinya menghubungkan beberapa Kabupaten ini menjadi lintas sentral, dimana banyak memunculkan potensi ekonomi disana. Orang dari Kabupaten Muba juga bisa lewat sini jika mau ke Muara Enim”katanya.

Dia menilai, jika akses jembatan sudah terbuka bukan tidak mungkin banyak bangunan yang akan berdiri. Dan perekonomian warga juga akan meningkat, karena jembatan akan di gunakan oleh seluruh masyarakat.

Ipul,40,warga Desa Tebing Abang mengatakan, dia dan seluruh warga sudah sangat lama menanti jembatan tersebut selesai di bangun. Jembatan bisa menjadi Icon dan daya tarik warga Banyuasin.

“Kami sudah sangat mendamba-dambakan jembatan ini, sudah kepingin nian jembatan ini bisa dinikmati. Kalau tidak salah Jembatan ini dibangun sebelum Jembatan Musi VI dan Musi II yang sebelahnya. Tapi mengapa sangat lama sekali jembatan ini belum selesai,”tuturnya.

Menurut Ipul, Jika di daerahnya seperti Tanjung Pasir Penandingan, Tebing Abang dan Pagar Bulan mengadakan semacam hajatan atau pesta pernikahan, maka masyarakat desa yang ada di seberang sungai musi harus memakai perahu untuk bolak – balik menghadiri acara tersebut.

Terutama sekali, kata Ipul, untuk guru – guru yang mengajar di Kecamatan Rantau Bayur, banyak dari guru tersebut berasal dari daerah Pangkalan Balai, Desa Pelajau dan Ujung Tanjung Banyuasin III. Para guru tersebut terpaksa harus menitipkan motor disekitar dermaga, kemudian nyeberang pakai Speedboat.

Ipul menegaskan, sejauh ini ekonomi masyarakat di tunjang oleh pasar tradisional setempat. Dan jika akses sudah terbuka maka roda perekonomian akan semakin cepat.

“Masyarakat sangat antusias, sampaikan pada pemerintah kami sangat kepingin jembatan ini terbangun,” pungkas dia.

Editor: Muhammad Uzair

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More